
Magelang, CyberNews. Pembangunan Jembatan Elo baru di Blondo, Mungkid, Magelang, terancam molor, akibat cuaca tak menentu. Akibatnya H-7 Lebaran diperkirakan jembatan itu belum bisa dilalui arus mudik. “Pengerjaan jembatan sudah selesai 95 persen,” kata Budi Sudirman, staf Balai Pelaksana Teknis Bina Marga Provinsi Jateng, Kamis (26/8).
Pengerjaan berikutnya, menurut Budi, adalah pengurugan dan pengaspalan bagian oprit pada dua ujung jembatan. Sesuai anjuran dari Kementrian PU, jembatan itu harus sudah siap difungsikan H-10 Lebaran. Namun karena terhambat oleh faktor cuaca, sering turun hujan, kemungkinan baru rampung lima hari sebelum Lebaran.
Dari pantauan lokasi, dua unit alat berat digunakan untuk meratakan dan memadatkan urugan material di oprit sisi utara jembatan berkedalaman rata-rata 1,75 sampai dua meter. Material berupa campuran pasir dan batu didatangkan dari tempat lain dengan armada truk.
Jembatan Elo baru sisi timur jembatan lama, memiliki kerangka baja sekitar 20 meter dan lebar tujuh meter. Fungsinya, untuk memperlancar arus lalu lintas kendaraan dari arah Magelang menuju Yogyakarta.
Budi mengemukakan, kendala serupa terjadi pada pengerjaan pelebaran jalan Keprekan-Mertoyudan, ruas Jembatan Elo sampai Simpang Tiga Blondo, sejauh kira-kira 700 meter. “Karena selalu terganggu oleh guyuran air hujan, pembuatan badan jalan baru di sisi barat jalan lama menjadi tersendat,” tuturnya.
( Tuhu Prihantoro / CN14 )