panel header
NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
26 Agustus 2010 | 17:54 wib
Pemasok Daging Gelonggongan Terjaring Razia

Grobogan, CyberNews. Dalam razia yang digelar Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) dan Satpol PP Kabupaten Grobogan di tempat penarikan retribusi (TPR) Danyang, Purwodadi, Kamis (26/8) dini hari, petugas berhasil menemukan 100 kilogram daging sapi yang diduga gelonggongan.

Daging sapi sebanyak itu dibawa oleh seorang pemasok daging asal Ampel, Boyolali, bernama Tari (40), yang ternyata disebut petugas sebagai pelaku lama dengan menggunakan mobil jenis Toyota Kijang pick up bernopol AD 1668 JD.

"Tari itu memang sudah bertahun-tahun memasok daging ke pengecer di Pasar Purwodadi. Tetapi tidak hanya sekali ini dia terjaring razia yang sama. Kita hanya bisa memberi peringatan dan tidak memperbolehkan daging tersebut masuk ke Grobogan. Kami suruh membawa kembali ke Boyolali," kata Kabid Keswan Disnakan drh Nur Ahmad didampingi rekannya drh

Bambang, dan Kasi Wasdak Satpol PP Agung Budiraharjo, Kamis (26/8) dini hari. Dalam razia tersebut, Tari sempat mengelak dengan mengatakan bahwa daging yang dibawanya bukan merupakan daging gelonggongan. Bahkan dia juga menunjukan surat pengantar keterangan dari Disnakan Kabupaten Boyolali kepada petugas.

"Daging yang saya bawa bukan basah, tetapi semi basah. Saya dulu memang pernah membawa daging basah, tetapi saya tidak tahu apakah daging gelonggongan atau bukan. Soalnya saya sudah membeli dalam bentuk daging. Surat dari Disnakan Boyolali pun saya punya," ujar Tari.

Tidak percaya begitu saja, petugas tetap memeriksa secara teliti daging yang dibawa Tari. Akhirnya, petugas pun memastikan bahwa daging yang dibawa Tari tergolong basah. Bahkan, petugas juga menyangsikan keabsahan stempel yang  menempel di daging tersebut.

Meski begitu, Disnakkan tidak menyita daging tersebut. Alasannya, selain pemiliknya bersedia membuat surat pernyataan tidak akan mengulang lagi, juga karena kadar air daging antara 10-15 persen. Daging gelonggongan murni kadar airnya mencapai 25 persen.

( Dheky Kenedi / CN26 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
11 Februari 2012 | 23:58 wib
Dibaca: 226
11 Februari 2012 | 23:45 wib
Dibaca: 260
11 Februari 2012 | 23:35 wib
Dibaca: 149
11 Februari 2012 | 23:20 wib
Dibaca: 246
11 Februari 2012 | 23:05 wib
Dibaca: 147
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
02 Februari 2012 | 07:35 wib
01 Februari 2012 | 19:18 wib
01 Februari 2012 | 23:31 wib
FOOTER