panel header
CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
26 Agustus 2010 | 10:59 wib
Operasi Rokok Polos
Potensi Kerugian Negara Rp 15 M Diselamatkan

Kudus, CyberNews. Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Kudus hingga saat ini telah menyelamatkan potensi kerugian negara sebesar Rp 15 miliar dari serangkaian operasi rokok polos yang dilakukannya.

Potensi kerugian tersebut didapat dari nominal cukai yang seharusnya dibayarkan kepada pemerintah untuk setiap produk rokok yang dihasilkan.

Kepala Seksi Penindakan dan Intelijen (Inteldak) KPPBC Kudus, Agung Saptono, menyatakan hal itu, Kamis (26/8). Lebih lanjut dia menyatakan belasan miliar potensi kerugian negara diperoleh dari 61 kasus pelanggaran cukai yang dilakukan di wilayah kerjanya. "Wilayah kerja kami meliputi kabupaten di eks Karesidenan Pati," katanya.

Dari penindakan yang dilakukan, pelanggaran paling banyak terjadi di Kudus dan Jepara. Pasalnya, dua kawasan tersebut merupakan produsen utama rokok di wilayahnya. "Tetapi, beberapa kali kami juga menemukan pelanggaran di wilayah lainnya  misalnya Pati dan Blora," ujarnya.

Pihaknya meyakini pemberantasan rokok ilegal juga akan memberi dampak positif pada usaha yang resmi. Artinya, di pasar akan muncul persaingan yang sehat antarprodusen rokok yang resmi, yakni menggunakan pita cukai pada produk yang dihasilkan. Kondisi tersebut diharapkan akan membuat pelaku usaha dapat terus mempertahankan usahanya pada masa mendatang. "Sedangkan produsen rokok ilegal tidak membayar cukai rokoknya," ungkapnya.

Bantu Pemasukan Cukai

Sementara itu, Kasubsi Layanan Informasi KPPBC, Zaini Rasidi, menambahkan untuk tahun ini pihaknya menargetkan dapat memperoleh pendapatan cukai dari cukai rokok di wilayahnya sebesar Rp 14,4 Triliun.

Sedangkan hingga pertengahan bulan Agustus ini, penerimaan dari sumber tersebut sudah mencapai Rp 10 triliun. Jika dirata-rata, pemasukan cukai rokok setiap bulannya mencapai Rp 1,2 triliun. "Kami meyakini target akan dapat terealisasi, karena masih ada beberapa bulan lagi untuk mencapai nominal yang diharapkan," ujarnya.

Menurutnya, selain pasaran rokok yang sedang membaik, hal tersebut juga disebabkan gencarnya operasi rokok polos yang dilakukan. Pasalnya, bila pelaku rokok ilegal semakin berkurang tentunya akan membuat produsen resmi dapat mengembangkan usahanya dengan lebih baik. "Dampaknya, pemasukan ke kas negara dari cukai juga akan meningkat" imbuhnya.

( Anton WH / CN13 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
11 Februari 2012 | 23:58 wib
Dibaca: 236
11 Februari 2012 | 23:45 wib
Dibaca: 263
11 Februari 2012 | 23:35 wib
Dibaca: 152
11 Februari 2012 | 23:20 wib
Dibaca: 254
11 Februari 2012 | 23:05 wib
Dibaca: 151
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
02 Februari 2012 | 07:35 wib
01 Februari 2012 | 19:18 wib
01 Februari 2012 | 23:31 wib
FOOTER