
Solo, CyberNews. Tahun ini, Pemkot Surakarta memulai penataan kawasan cagar budaya Keraton Kasunanan Surakarta. Sebanyak Rp 1,04 miliar disalurkan untuk penataan tahap I dengan melakukan pavingisasi.
Proyek tersebut dimulai dari Gapura Gladag dilanjutkan ke arah timur dan barat alun–alun lor sepanjang total 900 meter. Pavingisasi yang dikerjakan PT Karya Bisa Sukoharjo itu ditarget selesai pada 5 September mendatang.
Kepala Dinas Tata Ruang Kota (DTRK) Yob S Nugroho mengatakan, pihaknya tak main–main dalam melaksanakan proyek itu dengan melibatkan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) sebelum memulainya.
"Karena yang namanya kawasan atau benda cagar budaya itu memang ada perlakukan khusus. Kami juga melakukan konsultasi dalam penataannya. Karena memang seharusnya tidak boleh ada perubahan atau penambahan bangunan pada kawasan tersebut," ungkap dia, Selasa (24/8).
Selain pavingisasi, pada penataan tahap I pihaknya juga akan menggeser pagar di trotoar lebih mundur 0,5 meter. Sehingga akan terdapat ruang yang cukup lapang untuk para pejalan kaki.
"Sebagai pintu masuk ke Keraton, Gladag ini dibuat nyaman untuk wisatawan. Suasana yang teduh, penataan yang ramah lingkungan juga bisa menambah daya tarik. Sementara di dua pohon beringin ini akan ditambah lampu sorot untuk memberi kesan lebih hidup," papar Yob.
Kabid Kawasan Cagar Budaya Arif Nurhadi mengatakan, penataan kawasan tersebut memang tak mudah. Terutama munculnya pedagang kaki lima di lokasi itu. "Dari Gapura Gladag ini sebenarnya menjadi kawasan bebas PKL. Tetapi memang sering kali masih ada yang nekat berjualan. Jadi kami koordinasi dengan SKPD (satuan kerja perangkat daerah) yang lainnya yang lebih berwenang," jelas Arif.
Sementara untuk penataan tahap II, DTRK masih akan membahasnya dengan pihak Keraton, agar masterplan yang tengah disusun tak bertentangan dengan keingingan penguasa Kasunanan serta selaras dengan adat yang berlaku.
( Dini Tri W / CN16 )