
Grobogan, CyberNews. Meski musim kemarau di Grobogan Tahun 2010 ini belum begitu mengkhawatirkan, namun sejumlah sumber air seperti sumur gali, sungai, waduk dan bendung, volume airnya sudah mengalami penyusutan.
Seperti yang terdapat di Saluran Induk Dumpil di Kecamatan Ngaringan. Saat ini saluran yang dibangun satu paket dengan Bendung Dumpil dan diresmikan Presiden Soeharto bersamaan peresmian Waduk Kedungombo tahun 1991 itu nampak kering kerontang.
"Saat ini kondisi saluran memang seperti itu, karena Sungai Lusi di hulu Bendung Dumpil sudah tidak ada lagi airnya. Tetapi hujan beberapa hari terakhir sempat membuat saluran tergenang, namun hanya sedikit," ujar Surip (45), warga Ngaringan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengairan Grobogan, Ir Rudy Atmoko MM mengatakan, volume air Sungai Lusi di hulu Bendung Dumpil memang menurun.
Namun bagi petani tidak masalah karena saat ini lahan pertanian di puluhan desa beberapa kecamatan seperti Ngaringan, Wirosasri, Tawangharjo, Kradenan dan Pulokulon yang biasanya mendapat suplai air dari Saluran Dumpil Kanan dan Dumpil Kiri hampir sudah tidak ada lagi tanaman padi.
"Selain sudah menurun, memang sengaja dikeringkan apabila ada pasokan air dari hulu. Pasalnya di area bendung sedang ada perbaikan," ungkap Rudy.
Terpisah, anggota dewan dari PPP HM Misbach, dalam rapat badan anggaran (Banggar) bersama beberapa SKPD termasuk Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Dinpertan TPH), Senin (23/8) malam, sempat menyinggung mengenai perencanaan yang kurang matang terkait pembangunan Bendung Dumpil.
Diharapkan, hal ini tidak terjadi pada upaya Pemkab melayani kebutuhan air bagi petani di Grobogan.
( Dheky Kenedi / CN26 )