
Yogyakarta, CyberNews. Seluruh koleksi Museum Sonobudoyo Yogyakarta tidak diasuransikan, termasuk koleksi emas yang hilang beberapa waktu lalu. Bahkan tak hanya Sonobudoyo, semua koleksi musem di Indonesia belum ada yang masuk asuransi.
"Belum...belum ada koleksi museum di seluruh Indonesia yang masuk asuransi. Kejadian ini (pencurian-Red) membuat kita terbuka betapa pentingnya asuransi,'' ujar Kepala Museum Sonobudoyo Yogyakarta, Martono, Sabtu (14/8).
Dia mengakui seluruh koleksi emas yang dibawa kabur pencuri juga tidak diasuransikan. Begitu pula benda-benda lain yang tidak bisa dinilai dengan uang. Nilai sejarahnya sangat tinggi. Dia berharap polisi bisa segera membongkar aksi kejahatan
tersebut dan menemukan kembali koleksi yang hilang.
Seperti diberitakan, pencuri menggasak puluhan koleksi emas Museum Sonobudoyo. Pelaku diduga masuk melalui jendela kaca yang berada di atas AC ruang penyimpanan koleksi emas. Ada tanda bekas tangan di dinding tempat pencuri memecah kaca agar bisa masuk.
Kepala Dinas Kebudayaan, Djoko Dwiyanto mengatakan pencurian tersebut mengundang keprihatinan seluruh dunia. Dia tidak membantah kemungkinan keterlibatan orang dalam. Namun demikian, dia menyerahkan proses pengungkapan ke pihak kepolisian.
"Pengamanan museum memang kurang apalagi peralatan CCTV-nya tidak hidup 24 jam," ujar dia mengakui kelemahan sistem pengamanan.
Sementara itu seorang anggota DPRD DIY, Nanang SR meminta Dinas Kebudayaan dan museum bekerja sama dengan polisi segera mengambil tindakan nyata agar barang yang hilang tidak keluar daerah. Perlu pemblokiran di jalur transportasi penumpang, barang.
( Agung Priyo Wicaksono / CN26 )