panel header
BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
14 Agustus 2010 | 12:18 wib
Disbudpar Lakukan Sterilisasi
Keberadaan Makam Kuno Butuh Keperdulian Masyarakat
image

PENDATAAN MAKAM KUNO: Staf Disbudpar bidang sejarah dan Kepurbakalaan melakukan pendataan di komplek situs makam kuno di Dukuh Kerengan, Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati Kudus. (SM CyberNews/ Ruli Aditio)

Kudus, CyberNews. Paska ditemukan situs komplek makam kuno di Dukuh Kerengan, Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati Kudus, pada Rabu (11/8) lalu, pemerintah Kabupaten Kudus mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar situs untuk ikut menjaga keberdaannya agar tidak rusak.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupten Kudus Hadi Sucipto SPd MM, melalui Kepala Seksi Sejarah dan Kepurbakalaan Sancaka Dwi Supani SPd MPd disela-sela pendataan di lokasi penemuan komplek situs makam kuno mengatakan, untuk mencegah terjadinya hal-hal negatif yang mengakibatkan rusaknya situs makam kuno tersebut pihaknya melakukan sterilisasi.

"Komplek makam ini natinya kami akan lakukan sterilisasi untuk menjaga keutuhan situs makam kuno yang termasuk dalam kategori benda cagar budaya (BCB)," katanya.

Memang selama ini pihaknya belum bisa memastikan riwayat asal usul dari makam kuno tersebut, dan nantinya yang akan melakukan adalah pihak dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah serta Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta yang nantinya akan meneliti.

"Untuk sementara kami baru melakukan pendataan di lokasi serta melakukan serangkaian upaya perlindungan," imbuhnya.

Ditanya mengenai kapan situs makam tersebut akan dilakukan penelitian, pihaknya menjelaskan, diperkirakan dalam pekan ini akan dilakukan penelitian. "Saat ini kami masih melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk dilakukan penelitian," katanya.

Camat Jati Abdul Halil, mengatakan pihaknya mengimbau melalui kepala desa dan tokoh masyarakat setempat agar ikut menjaganya, agar jangan sampai terjadi kerusakan. "Oleh karena itu saat ini kami masih melakukan koordinasi dengan pihak Disbudpar untuk melakukan langkah selanjutnya," jelasnya.

( Ruli Aditio / CN27 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
11 Februari 2012 | 23:58 wib
Dibaca: 244
11 Februari 2012 | 23:45 wib
Dibaca: 293
11 Februari 2012 | 23:35 wib
Dibaca: 150
11 Februari 2012 | 23:20 wib
Dibaca: 315
11 Februari 2012 | 23:05 wib
Dibaca: 157
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
02 Februari 2012 | 07:35 wib
01 Februari 2012 | 19:18 wib
01 Februari 2012 | 23:31 wib
FOOTER