
Kebumen, CyberNews. Sebuah kapal Rejeki Jaya yang ditumpangi oleh nelayan asal Kabupaten Cilacap pecah menjadi dua bagian setelah dihantam gelombang besar di perairan Kebumen, Jumat (13/8) dini hari. Dua nelayan selamat sedangkan tiga lainnya hilang. Hingga berita ini diturunkan pencarian terhadap tiga nelayan tersebut terus dilakukan oleh tim SAR Wijaya Kusuma Cilacap dibantu SAR Lawet Perkasa Kebumen.
Dua nelayan yang selamat bernama Teguh Santoso (40) dan Wagiman warga Jalan Nusa Indah Cilacap. Mereka berhasil bertahan hingga terdampar di Desa Lembupurwo, Kecamatan Mirit, Kebumen. Sedangkan tiga korban lainnya yakni Wahidin, Ari dan Andri warga Sidaraya, Ciacap hingga berita ini diturunkan belum ditemukan. Adapun kapal berukuran 12 x 2,5 meter yang mereka tumpangi terbelah menjadi dua bagian dan bangkainya terdampar di pantai Lembupurwo.
Menurut penurutan Teguh Santosa, peristiswa naas itu berawal ketika mereka berangkat melaut dari Cilacap dan hendak mencari ikan ke perairan Yogyakarta. Maklum perairan di Yogyakarta sedang panen udang. Namun karena angin kencang dan ombak tinggi, mereka memutuskan untuk istirahat dulu di Kebumen.
Pada pukul 19.00 WIB jangkar diturunkan dan setelah itu para anak buah kapal yang dinahkodai Wahidin beristirahat. Rencananya pukul 02.00 mereka akan melanjutkan perjalanan kembali menuju Yogyakarta. Namun sekitar pukul 01.00 dini hari kapal dihantam ombak besar. Akibatnya kapal terbelah dan kami terjebur ke laut dan menyelamatkan diri masing masing.
Korban Trauma
Saat itu dia tidak tahu lagi nasip teman-temannya karena kondisi lautan yang gelap gulita. Namun teguh mengaku menyelamatkan diri dengan cara berpegangan balok kapal. Di tengah terjangan gelombang besar itu, dia hanya pasrah dan bertahan antara hidup dan mati.
"Bersyukur setelah melalui perjuangan tersebut saya akhirnya bisa mencapai daratan dengan selamat," ujar Teguh Santosa kepada suara Merdeka setelah dievakuasi di Polsek Mirit, Jumat (13/8).
Teguh masih terlihat trauma. Sehingga dia belum banyak memberikan keterangan lebih banyak. Dia mengaku badannya sakit karena terbentur-bentur kapal. Dia masih merasakan sakit di bagian dada. Begitu juga dengan Wagiman, wajahnya dan perutnya tampak lecet-lecet.
( Supriyanto / CN27 )