
Bengkulu, CyberNews. Kota Bengkulu pada hari ini, Senin (9/8) telah ditetapkan berstatus kejadian luar biasa (KLB) flu burung. Dinas Peternakan setempat menyatakan unggas-unggas di tiga kabupaten dan kota wilayah tersebut mendadak mati lantaran terserang virus H5N1 atau flu burung.
Berjangkitnya H5N1 bermula di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, pertengahan Juli, lalu kejadian serupa pun melanda Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah. Sejak awal Agustus, sedikitnya tercatat 18 kelurahan di Bengkulu terjangkit flu burung.
Kepala Kantor Kesehatan Hewan Kota Bengkulu, Emran, mengatakan pkesulitan menanggulangi penyebaran virus. Itu lantaran kesadaran warga yang sangat rendah. Misalnya, unggas-unggas warga yang mati tidak dimusnahkan. Warga diduga menjual daging ayam tersebut ke ke pasar-pasar tradisional.
"Seluruh unggas yang mati dan yang masih nhidup namun berada di kawasan flu burung dimusnahkan agar tak menyebar," ujar Emran.
Minimnya kesadaran warga juga diamini Siswo Sutrisno, Ketua RT 09, Kelurahan Jembatan Kecil, Bengkulu. Menurut dia, justru setela dipastikan unggas warga terjangkit flu burung, mereka malah membawa kabur ayam miliknya.
"Mereka tidak rela unggas-unggas itu dimusnahkan," kata dia.
( metrotvnews / CN27 )