
Semarang, CyberNews. Sebanyak 5.000 bibit bakau ditanam oleh Indofood Group Area Semarang di kawasan pesisir pantai Dukuh Tapak Tugurejo, Sabtu (31/7).
Penanaman bertajuk "Anak dan Lingkungan" itu sekaligus memperingati Hari Anak Nasional dan dilakukan serentak di 20 lokasi se-Indonesia yang tersebar di Jabodetabek, Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
Selain untuk memperbaiki ekosistem wilayah pesisir Tugurejo yang belakangan ini tampak rusak dan tergerus oleh abrasi, penanaman bakau itu juga untuk meningkatkan kesadaran anak-anak Indonesia untuk menyelamatkan lingkungan pesisir yang merupakan penahan awal erosi tanah.
"Peringatan Hari Anak Nasional merupakan salah satu wadah tepat untuk mengenalkan kepada anak-anak sejak dini mengenai pentingnya mencintai dan melestarikan lingkungan dengan cara yang menghibur," ujar Kunardi, Manajer Pabrik Divisi Bumbu Indofood CBP Makmur Semarang di sela-sela penanaman simbolis bersama jajaran manajer Indofood, BLH Kota, serta perwakilan 50 anak SD Tugurejo 1,2,3 dan SD Tambakaji 1,2,3.
Dengan even ini, pihaknya ingin menyampaikan pesan kepedulian pelestarian lingkungan hidup khususnya pada anak-anak usia SD yang merupakan salah satu pilar dalam kegiatan tanggung jawab sosial Indofood selain dalam bidang pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota, Ulfi Imran Basuki mengapresiasi penanaman pohon sebagai bagian corporate social responsibility (CSR) Indofood. Pasalnya, sudah menjadi bagian tanggung jawab pihak industri untuk turut memperbaiki lingkungan hidup di sekitar pabrik. "Ini harus dicontoh perusahaan lain."
Dikatakan, seharusnya kegiatan menanam bakau diikuti dengan pemantauan dan perawatan secara berkesinambungan. "Jangan sampai penanaman hanya sia-sia dan tak bisa optimal memperbaiki lingkungan pesisir," ujarnya.
Kalau bakau yang ditanam bisa tumbuh seluruhnya dengan baik, kata Ulfi, bisa merubah lingkungan pesisir Tapak dan berimbas pada wilayah pesisir yang mengelilinginya sehingga keganasan arus air laut tak lagi mengikis daratan karena ada pohon bakau sebagai penahannya.
( Hadziq Jauhary / CN13 )