
Banjarnegara, CyberNews. Arif Rahman (22), warga Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung yang hanyut saat menjalankan tugas sebagai tim survei topografi Sungai Serayu, Jumat (30/7), telah ditemukan siang tadi pukul 11.30 WIB.
Namun, Arif saat ditemukan dalam kondisi sudah tewas, dan mengapung di kedung anyar sekitar satu kilometer dari lokasi pencarian terakhir.
"Saat itu beberapa temannya ada yang sedang mencari di sekitar lokasi. Mereka juga melihat ada benda terapung. Namun karena tak jelas, dikira batu kali. Hanya, lama-lama mereka penasaran, akhirnya saya yang mengecek ke tengah sungai dan ternyata benar itu mayat," kata Pawit, warga Desa Gumiwang, Kecamatan Purwonegoro.
Tak lama kemudian, warga yang sudah berada di sekitar lokasi pencarian atau di jembatan gantung Gumiwang-Luwung, langsung mengevakuasi mayat korban. Puluhan warga bergotong royong membawa dan mengiringi mayat pemuda tersebut.
Setelah sampai di pemukiman warga, sejumlah petugas identifikasi Polres Banjarnegara tiba di lokasi. Dari tas korban, masih ditemukan identitas, dompet, sejumlah uang, dua ponsel dan beberapa alat kerja.
Seperti diberitakan, korban yang tergabung dalam CV Kuarta melaksanakan tugas survei topografi analisa penanggulangan banjir Waduk Mrica. Tugas korban antara lain mengukur kedalaman dan luas sungai. Korban beserta teman-temannya mendapat pekerjaan untuk jarak 20 km dari waduk Mrica Banjarnegara. Namun baru bekerja sekitar 2 km, sudah ada petugas yang hanyut pada Jumat (30/7) siang.