
Semarang, CyberNews. Setelah cuaca yang mulai membaik beberapa waktu terakhir sehingga proyek fisik bisa berjalan relatif optimal, pembangunan jalan tol Semarang-Ungaran kembali mengalami kendala. Alat peluncur yang menyambungkan balok jembatan di Gedawang, ternyata ukuran panjangnya kurang pas.
Akibatnya, salah satu jembatan penghubung tersebut hingga kini belum tersambung meski pilarnya sudah berdiri kokoh sejak lama. Gubernur Jateng Bibit Waluyo mengaku, keterlambatan pembangunan jembatan tersebut karena alat luncuran tidak pas sehingga harus segera diganti. Menurutnya, pembangunan jembatan itu menjadi tanggungjawab pengerjaan PT Waskita karya. "Dari keterangan pelaksana, alat yang dibutuhkan sudah dikirim dari Surabaya dan Jakarta," katanya.
Dijelaskan, meski alat pengganti segera tiba namun tetap memerlukan perakitan dan penyambungan di lokasi. Diperkirakan waktu perakitan alat peluncur sepanjang sekitar 42 meter tersebut akan memakan waktu sedikitnya satu minggu. Menurut Bibit, pada awal Agustus ini dipastikan tidak ada pengerjaan fisik pembangunan jembatan di Gedawang.
Pembangunan konstruksi jalan tol Semarang-Ungaran menelan dana Rp 1,027 triliun, termasuk pembangunan tiga buah jembatan. Yakni jembatan Banyumanik I (Tembalang-Gedawang) yang tingginya mencapai 30 meter dan panjang 274 meter. Jembatan Banyumanik II (Gedawang-Penggaron) dengan ketinggian 54 meter dan panjang 400 meter. Terakhir adalah Jembatan Gedawang (Gedawang-Beji) dimana tingginya 22 meter dan panjang 470 meter.
( Saptono Joko Sulistyo / CN14 )