
Semarang, CyberNews. Akibat cuaca tak menentu, hasil panen petani di sejumlah daerah sentra penghasil padi di Jateng pada masa tanam kedua kali ini kurang bagus. Dampaknya, beras di pasaran pun harganya melambung sejak beberapa waktu terakhir.
Menurut Anggota Komisi B DPRD Jateng Istajib AS, faktor lain kecenderungan penyebab kenaikan harga beras adalah memasuki bulan puasa. Apapun faktornya, kenaikan harga bahan pokok tersebut menjadikan masyarakat bawah kian sulit. "Kami mendesak Pemprov Jateng dan daerah segera melakukan operasi pasar (OP). Pasalnya, kenaikan harga kebutuhan pokok sudah sangat memberatkan masyarakat," tutur politikus PPP tersebut.
Istajib berharap, digelarnya OP bisa segera menekan harga kebutuhan pokok masyarakat itu. Dari pantauannya di sejumlah pengecer beras, harga beras kualitas terbaik dari Delanggu Klaten bisa mencapai Rp 9.000 per kilogramnya. Sedangkan harga terendah adalah Rp 5.800/kg yang merupakan beras kualitas jelek dari Demak.
Ditambahkan, jenis menthik wangi kini sudah mencapai Rp 7.800, sedangkan beras kualitas sedang dari Demak/Grobogan sudah menembus harga Rp 6.400. Legislator dari Dapil II itu menyatakan telah menanyakan stok beras di Gudang Dolog Jateng, dimana stok saat ini masih mencapai 1,9 juta ton. Dengan ketersediaan tersebut, stok beras Jateng masih aman hingga Januari 2011 mendatang.
Terpisah, Gubernur Jateng Bibit Waluyo mengatakan operasi pasar beras belum perlu dilaksanakan, mengingat harga masih dalam jangkauan masyarakat. Menurutnya, kenaikan harga beras beberapa waktu terakhir masih cukup wajar. Bibit menilai OP akan dilakukan jika memang kondisi harga di pasar sudah mencapai taraf mengkhawatirkan.
( Saptono Joko Sulistyo / CN14 )