
Slawi, CyberNews. Potensi beras di Kabupaten Tegal terancam berkurang ribuan ton per tahunnya. Hal ini terjadi apabila proyek pembangunan jalan tol Pejagan, Brebes-Pemalang mulai dilaksanakan. Sebab, proyek tersebut bakal menerjang sekitar 200 hektare lahan produktif di Kabupaten Tegal.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Seksi Konsumsi dan Keamanan Pangan, Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Tegal, Jarodin SST dalam Sosialisasi Difersifikasi Pangan, Jumat (30/7) di Gedung Sasana Wanodyatama, Slawi. "Adanya proyek jalan tol ini bakal mengancam permasalahan mengenai beras. Sebab, ada potensi beras yang akan hilang karena tanah produktif terkena proyek," katanya.
Sebagai contohnya, ia menjelaskan, apabila dalam satu hektare areal sawah, menghasilkan beras sekitar enam ton. Jika dalam kurun waktu tahun, terjadi dua kali panen, maka potensi beras yang terancam hilang ada sekitar 2.400 ton/tahun. Ancaman ini perlu disikapi serius karena dampak dari berkurangnya lahan produktif ini bakal dirasakan kedepannya.
Menurut dia, salah satu upaya untuk mengatasinya dengan cara memberlakukan diversifikasi pangan. Mengurangi konsumsi beras, serta memperbanyak makan umbi-umbian dan jagung bisa menjadi solusinya.
Ketua Yasmina, Iis Istiqomah mengatakan, guna mengantisipasi ancaman berkurangnya beras, masyarakat bisa menggantinya dengan karbohidrat lainnya. Seperti yang akan dipraktekan, peserta sosialisasi juga akan diajarkan cara membuat rasi (beras singkong) dan beras jagung. Bukan berarti menghindari beras sama sekali, namun setidaknya mengurangi. Apabila sebelumnya mengkonsumsi beras tiga kali sehari, kini bisa diubah dua kali.