
Tegal, CyberNews. Kenaikan tarif dasar listrik yang digulirkan pemerintah, membuat para pengusaha harus mampu menyiasati keadaan, agar produksi tetap berjalan. Pengusaha sarung goyor khas Tegal, misalnya, mencoba merambah pasar ekspor baru untuk mengembangkan bisnisnya.
Sarung Goyor telah cukup lama beredar di pasar Timur Tengah (Timteng), Afrika dan Jepang. Saat ini, para pengusaha mencoba melebarkan sayap pasarnya hingga ke negeri Bollywood, India.
Tim desainer putra-putri asli Tegal, yang bekerja di PT Asaputex Jaya, menciptakan terobosan baru dengan membuat desain sarung bercorak "Donggala Bombay". Corak itu, dengan garis kotak-kotak berwarna dasar cokelat, berpadu dengan garis tipis warna jingga, kuning dan abu-abu, disaput samar-samar warna putih, diminati warga India.
"Apalagi corak yang kami tawarkan bernama Donggala Bombay yang sangat dekat dengan keseharian warga India. Jadi dengan terobosan corak seperti ini, ternyata pasarnya cukup baik dan dapat diterima segala lapisan masyarakatnya," terang Jamal, sapaan akrab Jamaludin Ali Alkatiri.
Menembus Thailand
Bahkan sarungnya bermerek ''Pohon Korma'' dengan corak donggala lebar juga mampu menembus pasar negeri Gajah Putih, Thailand. Pasar lain yang berhasil ditembus adalah di Karachi, Pakistan, lewat sarung warna putih polos merek Riezca.
Sarung yang diekspor ke sejumlah negara itu, dibuat dalam dua kategori. Pertama menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM), dan kedua menggunakan peralatan mesin.
Keistimewaan sarung goyor, kata dia, dirasakan sejuk dan nyaman bila dipakai di negara berhawa agak panas. Juga hangat bila kondisi cuaca agak dingin. Di negara lain seperti Mauritania, Ethiopia dan Kenya yang iklimnya tak jauh beda, juga menyukai sarung itu dan Palekat. Bahan di Uni Emirat Arab (UEA) sarung produk khas warga Tegal tiap tahun banyak peminatnya.
( , Riyono Toepra / CN12 )