
Solo, CyberNews. Polisi akan menindak tegas suporter pendukung kesebelasan yang akan bertanding dalam final Piala Indonesia di Solo, yang ketahuan membawa benda-benda berbahaya atau bertindak anarkis. Untuk mengamankan situasi, polisi akan mengawal suporter sejak mereka tiba di Solo hingga ke Stadion Manahan, tempat pertandingan digelar.
Final Piala Indonesia 2010 antara Sriwijaya FC melawan Arema Malang, akan digelar Minggu (1/8) malam pukul 20.00. Sedangkan perebutan tempat ketiga antara Persipura Jayapura versus Persik Kediri, digelar Sabtu (31/7) pukul 15.00. Kapoltabes Surakarta Kombes Pol Nana Sudjana mengungkapkan, sebanyak 600 personel akan diterjunkan dalam pengamanan final Piala Indonesia.
"Untuk pertandingan perebutan tempat ketiga, pengamanannya melibatkan 500 personel. Khusus untuk pertandingan perebutan juara pertama, pengamanannya ditingkatkan dengan menerjunkan 600 personel," katanya, Kamis (29/7).
Selain melibatkan jajaran Poltabes, pengamanan juga dibantu personel Brimob, anggota Polres Karanganyar, Klaten, Sukoharjo dan Boyolali, serta di-back up personel Kodim 0735/Surakarta.
Diperkirakan, Solo akan didatangi ribuan suporter pendukung empat kesebelasan yang akan berlaga hari Sabtu dan Minggu mendatang. Untuk mengantisipasi kericuhan, Poltabes akan mengawal suporter sejak masuk wilayah Solo sampai di stadion. "Yang datang naik kereta, akan kami kawal dari stasiun sampai stadion. Yang datang naik kendaraan, baik motor atau mobil, akan dikawal sejak masuk wilayah Solo sampai lokasi pertandingan," tandasnya.
Saat masuk pintu stadion, polisi akan mengecek tas yang dibawa suporter untuk mengantisipasi kemungkinan mereka membawa benda berbahaya ke dalam stadion. "Kami akan sweeping, kalau-kalau mereka membawa benda berbahaya seperti senjata tajam, batu, petasan atau benda apapun yang membahayakan. Jika mereka ketahuan membawa benda berbahaya, akan ditindak sesuai aturan yang berlaku," tegasnya.
Polisi juga akan melokasir suporter dari masing-masing kesebelasan. Penempatan mereka di dalam stadion akan dipisah-pisah, tidak bercampur agar tidak terjadi keributan antarsuporter.
( Irfan Salafudin / CN12 )