
Yogyakarta, CyberNews. Dalam sepekan, setidaknya ada tiga pesawat terbang komersial terpaksa mendarat darurat di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, karena mengalami gangguan. Hal itu diungkap Manajer Operasional PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Yogyakarta Halendra, Kamis (29/7).
"Ketiga pesawat tersebut semuanya melakukan return to base (RTB) atau kembali ke bandara pemberangkatan setelah beberapa saat tinggal landas dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta," katanya.
Ketiga pesawat komersial yang mendarat darurat tersebut adalah Air Asia sekitar lima hari lalu, kemudian Lion Air pada Senin (26/7), dan Mandala Airlines pada Rabu (28/7).
"Langkah pilot untuk RTB setelah tinggal landas merupakan tindakan yang tepat setelah merasa ada gangguan dalam mesin pesawat. Jika dipaksakan untuk terus melanjutkan penerbangan akan menimbulkan risiko besar dan langkah ini merupakan prosedur yang harus diambil dalam keselamatan penerbangan," katanya.
Dia menambahkan, meskipun melakukan pendaratan darurat, semua pesawat tersebut berhasil mendarat dengan sempurna dan tidak sampai menimbulkan korban.
"Jika pilot menghubungi menara dan menyatakan ada gangguan serta memutuskan untuk kembali, maka kami juga siap untuk melakukan persiapan pendaratan darurat seperti menyiapkan mobil pemadam kebakaran, ambulans, dan perlengkapan lainnya," katanya.
Halendra mengatakan keputusan untuk mendarat darurat tidak sampai menimbulkan gejolak dari para penumpang karena adanya informasi aktual dan benar yang disampaikan kepada penumpang.
"Keputusan pilot untuk melakukan pendaratan darurat merupakan langkah untuk mendukung keselamatan penerbangan, daripada nekat dan akhirnya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tandasnya.
( MIOL / CN26 )