panel header
AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
28 Juli 2010 | 19:57 wib
Tolak Rusunawa, Warga Cabean Pasang Spanduk

Salatiga, CyberNews. Warga Dukuh Cabean RT 4 RW 14 Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti menolak rencana pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa), yang akan dibangun di wilayah mereka. Pasalnya, mereka tidak pernah diajak bicara oleh pihak pemerintah dan tidak adanya sosialisasi yang diberikan kepada warga. Salah satu bentuk penolakan itu dengan memasang spanduk di lahan yang akan menjadi lokasi Rusunawa tersebut, Rabu (28/7).

Mugiyono ketua RT 4 RW 14 Cabean menjelaskan, selain memasang spanduk penolakan para warga menggalang tanda tangan penolakan yang nantinya akan disampaikan ke Pemkot Salatiga. Warga menolak karena pembangunan Rusunawa itu dikhawatirkan akan membawa efek negatif untuk masyarakat sekitar. Diantaranya lingkungan menjadi kumuh, serta masalah sosial dan keamanan lingkungan sekitar. "Selain itu hingga saat ini belum pernah ada pemberitahuan dan juga sosialisasi dari pemkot," tuturnya.

Salah satu warga, Benny Ridwan, mengatakan bahwa selain tidak pernah diajak bicara dan tidak adanya sosialisasi, ada beberapa lagi alasan lain kenapa masyarakat menolak rencana pembangunan itu. "Saat survei dilakukan untuk cek tempat, yang melakukan survei itu tidak pernah melapor pengurus RT, sehingga warga resah," kata Benny.

Pembangunan Rusunawa juga dikhawatirkan menganggu stabilitas sosial warga sekitar yang selama ini sudah terjalin harmonis. Sebagai bukti penolakan, warga melakukan penggalangan tanda tangan. Ada dua RT yang melakukannya, yakni warga RT 4 dan RT 3. "Ada 30 keluarga di RT 4 yang sudah tanda tangan menolak, sementara di RT 3 baru berjalan," kata Benny.

Salah satu keberatan warga adalah karena disitu sudah terbentuk lingkungan yang mapan. Bila kemudian terbentuk masyarakat baru yang jumlahnya lebih banyak, dikhawatirkan akan terjadi hubungan yang tidak harmonis.

Ditemui terpisah, M Fathurrahman, Wakil Ketua DPRD yang juga warga setempat berharap pemkot mengambil langkah pendekatan dengan melakukan sosialisasi kepada warga sekitar. "Syukur lokasi Rusunawa bisa pindah ke daerah lain dan tidak berada di tempat itu," tandasnya.

( Basuni Hariwoto / CN14 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
11 Februari 2012 | 23:58 wib
Dibaca: 239
11 Februari 2012 | 23:45 wib
Dibaca: 256
11 Februari 2012 | 23:35 wib
Dibaca: 148
11 Februari 2012 | 23:20 wib
Dibaca: 255
11 Februari 2012 | 23:05 wib
Dibaca: 151
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
02 Februari 2012 | 07:35 wib
01 Februari 2012 | 19:18 wib
01 Februari 2012 | 23:31 wib
FOOTER