
Magelang, CyberNews. Asap solfatara yang dikeluarkan Gunung Merapi meningkat dalam beberapa hari terakhir. Hal ini diduga akibat adanya tekanan magma dari dalam perut gunung api teraktif di dunia itu.
Berdasarkan pengamatan, asap tebal warna putih terlihat jelas di pagi hari. Asap solfatara kemudian turun menelusuri lereng gunung sehingga menjadi pemandangan menarik bagi masyarakat.
“Asap turun ke lembah-lembah di lereng gunung akibat adanya tekanan angin yang besar di atas gunung," kata Pengamat Gunung Merapi di Pos Ngepos, Srumbung, Magelang, Repiyo, Rabu (28/7).
Hal ini membuat suhu udara di sekitar gurung yang kini berstatus aktif normal itu lebih panas dari biasanya. Meski dalam dua hari terakhir Magelang dan sekitarnya mendung tebal disertai hujan namun cuaca tetap terasa panas.
Asap solfatara ini hanya terlihat dari arah selatan yakni wilayah Klaten, Sleman, dan Magelang. “Pascaerupsi 2006 kubah lava memang mengarah ke selatan," jelasnya.
Menurut Repiyo aktivitas Gunung Merapi selalu fluktuatif. Perubahan aktivitas Merapi ini terkadang berlangsung dengan cepat. Perubahan aktivitas ini diketahui berdasarkan pantauan seismograf.
Meski ada peningkatan asap solfatara namun hal ini belum sampai membahayakan warga yang tinggal di sekitar Merapi. Pasalnya, asap masih tertahan di lembah dan hutan di lereng gunung. “Namun BPPTK tetap meningkatkan pengawasan demi mengantisipasi aktifitas yang tidak terduga. Jadi masyarakat tak perlu khawatir,” tegas Repiyo.
( MH Habib Shaleh / CN26 )