
Slawi, CyberNews. Seorang bocah, Nuvik Ali Nur Alfian (11) tewas tenggelam di sebuah waduk irigasi di Dukuh Karangsari, Desa Kemantran, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal. Siswa SD Munjungagung 2 Kecamatan Kramat itu tenggelam saat sedang bermain-main air di waduk irigasi itu bersama rekan-rekannya, Selasa (27/7).
Kapolsek Kramat AKP Poniman melalui Kanit Reskrim, Aiptu M Abdillah menuturkan, peristiwa itu terjadi saat korban hendak menolong salah seorang rekannya yang hampir tenggelam. Usai berhasil menyelamatkan, justru korban yang mengalami nasib sial lantaran malah tenggelam di waduk irigasi dengan kedalaman sekitar empat meter tersebut.
Bocah yang tinggal di Dukuh Karangjati, Desa Munjungagung, Kramat itu akhirnya tak tertolong. Nyawanya melayang usai tenggelam di proyek waduk irigasi yang masih dalam pengerjaan ini. "Niat baik hendak menolong, namun korban malah tercebur. Setelah dievakuasi, jenasah korban langsung di bawa ke rumahnya di Dukuh Karangjati," katanya saat ditemui di rumah korban.
Terkait kasus ini, pihaknya meminta kepada anak-anak untuk berhati-hati. Mereka diminta untuk tidak bermain air di proyek waduk irigasi yang belum jadi tersebut. Selain itu, orang tua di sekitar waduk juga diminta untuk melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya. Ini untuk menghindari kejadian serupa supaya tidak terulang kembali.
Sementara, ayah korban Kasmudi (50) mengatakan, kejadian itu merupakan musibah bagi keluarganya. Nuvik merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Saat kejadian, dirinya tidak mengetahui secara persis. Sebab, ia sedang bekerja di Jakarta sebagai sopir taksi.