
Pekalongan, CyberNews. Meskipun Klinik Berhenti Merokok (KBM) sudah dibuka di Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Kota Pekalongan sejak 15 April lalu, namun belum mengurangi jumlah perokok aktif secara signifikan.
Jumlah perokok aktif di Kota Pekalongan hampir 50 persen penduduk Kota Pekalongan. Kepala BKPM Kota Pekalongan Budi Santoso menyatakan, tidak tersedianya obat pengganti rokok di Klinik Berhenti Merokok menjadi salah satu kendala dalam mengurangi jumlah perokok aktif.
Menurutnya, Klinik Berhenti Merokok belum mempunyai obat pengganti rokok karena belum ada anggaran untuk pengadaan obat tersebut. “Sebenarnya kebutuhan obat tersebut sangat banyak. Tapi harganya sangat mahal sehingga belum kami adakan karena belum ada dana,” terangnya, usai menyosialisasikan bahaya merokok kepada siswa dan pengajar di SMP Negeri 1 Pekalongan, Jumat (23/7).
Klinik Berhenti Merokok dibuka setiap hari mulai pukul 7.30 WIB hingga 13.30 WIB. Di Klinik Berhenti Merokok ini, para pasien perokok aktif diberikan edukasi agar mengubah perilaku dengan mengurangi jumlah rokok sampai benar-benar berhenti merokok.
( Isnawati / CN27 )