
Bantul, CyberNews. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, sudah memiliki rencana usai pensiun dari jabatannya sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Sultan ingin menjadi pelinting rokok.
Menurut dia, pekerjaan sebagai pelinting rokok itu mengasyikkan dan tidak perlu keterampilan khusus, apalagi membutuhkan ijazah dengan sekolah tinggi.
Sultan mengatakan hal itu ketika mengunjungi perusahaan pembuatan rokok kretek, PT Yogyakarta Tembakau Indonesia. Di sana ia mempraktekkan langsung cara melinting sebatang rokok. "Kalau sudah pensiun saya ingin jadi tukang linting rokok," ujar Sultan yang kemudian disambut gelak tawa para pekerja pabrik, di Dusun Jati, Wonokromo, Pleret, Bantul, Rabu (21/7).
Dalam kesempatan tersebut Sultan juga menyatakan bahwa penyerapan tenaga kerja di perusahaan rokok di DIY cukup tinggi. Dari 4 perusahaan yang bermitra dengan PT HM Sampoerna Tbk, setidaknya lebih dari 4.500 tenaga kerja khususnya wanita terserap dalam perusahaan rokok tersebut.
Proses rekruitmen tenaga kerja pada perusahaan rokok juga berbeda dengan perusahaan lainnya. Tenaga kerja yang direkrut tidak melalui proses melamar. Namun, kepala desa akan mengambil satu anak perempuan dari keluarga miskin untuk masuk menjadi karyawan, yang diharapkan ada peningkatan kesejahteraan keluarga miskin.
( vvn / CN12 )