
Semarang, CyberNews. Kebocoran pipa induk PDAM terjadi di Kali Kreo. Akibatnya, pipa berkapasitas 600 ml tersebut untuk sementara waktu tidak bisa mensuplai air di sebagian wilayah Semarang Barat. Saat ini petugas PDAM Tirta Moedal Kota Semarang sedang berusaha keras menambal kebocoran di pipa tersebut.
"Saya mohon maaf kepada pelanggan, khususnya yang tinggal di Semarang Barat, karena sebagian tidak mendapat suplai air dari PDAM. Namun demikian saat ini kami sudah berusaha sekuat tenaga untuk menambalnya agar kebocoran bisa segera teratasi," kata Pjs Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Adi Tri Hananto, Selasa (20/7).
Menurut Adi, pipa induk itu patah pada Kamis (14/7) siang lalu. Kejadian itu dikarenakan pipa berdiameter 60 centimeter tersebut digerus oleh aliran air di Kali Kreo. Pipa induk itu patah tepat di bagian sambungan. Aliran sungai di Kali Kroe yang cukup deras mengakibatkan pipa berusia lebih 25 tahun itu tidak kuat.
Kebocoran cukup vital, pasalnya pipa itu mempunyai debit air 180-200 liter per detik. Sehingga tidak mengalir ke pemukiman warga. Atas kejadian itu, PDAM pun mendapat banyak komplain dari masyarakat. "Itu musibah diluar kemampuan kita. Tapi kami sudah berusaha secepat mungkin untuk mengatasi kebocoran agar masayarakat segera bisa mendapat suplai air," ujar Adi.
Begitu kejadian, Adi segera memerintahkan untuk dilakukan perbaikan. Petugas bekerja 24 jam nonstop untuk menambah pipa yang patah dengan cara mengelas. Akan tetapi hal itu tidak semudah yang dibayangkan. Sebab pipa induk itu lokasinya
berada di aliran Kali Kreo. Sehingga pengelasan tidak bisa lancar karena terganggu dengan aliran air yang cukup deras. Selain itu, pipa tersebut dibungkus dengan beton cor. Untuk menghancurkan beton juga membutuhkan waktu dua hari.
Petugas juga melakukan pembendungan untuk mengurasi derasnya aliran air saat dilakukan pengelasan. Untuk mempermudah, petugas mendirikan besi penyangga. Lokasi juga cukup sulit untuk mendatangkan material. Untuk melakukan penambalan petugas masuk ke dalam pipa. Penambalan rampung siang tadi. "Namun kami masih terus memantau. Sebab yang namanya sudah patah kekuatannya tidak seperti semula meski sudah ditambal. Malam ini kalau sudah bisa, air mulai dilancarkan. Saya berterima kasih kepada petugas yang bekerja pagi, siang, dan malam untuk memperbaikinya. Bahkan kemarin malam saya menunggui sampai pukul 03.00," kata Adi.
Selama air tidak mengalir, PDAM juga melakukan beberapa langkah antisipasi agar warga bisa mendapat pasokan air. Salah satunya dengan cara mengirim tangki air ke pemukiman warga. Atas kerusakan ini, PDAM akan melakukan mendata dan membahas tentang pipa-pipa yang sudah berusia tua dan berad di lokasi yang rentan patah dan terjadi kebocoran.
( Fahmi Z Mardizansyah / CN12 )