
Wonosobo, CyberNews. Modus penipuan terhadap guru honorer, nyaris terjadi di Wonosobo. Tiga orang guru yang berwiyata bakti di SD wilayah Selomerto, Kertek dan Wonosobo, melaporkan kejadian yang menimpanya, ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Wonosobo.
Kabid Pengembangan dan Mutasi BKD Wonosobo, Drs Amir Nurhakim yang dihubungi Suara Merdeka, Kamis (1/7), membenarkan adanya modus penipuan yang dialami tiga orang guru honorer. Namun para guru tersebut terhindar dari upaya penipuan, karena segera melapor ke BKD.
Dia mengungkapkan, mereka ditawari seseorang lewat pesan pendek (SMS) yang seakan bisa membantu mempercepat pengangkatan menjadi CPNS. Adapun modus penipuannya, lanjut Amir, untuk melengkapi pemberkasan, mereka diminta mengirim sejumlah uang ke rekening tertentu. Besarnya sumbangan berkisar Rp 8 juta sampai Rp 15 juta/orang.
Menurut Amir, untuk rekruitmen CPNS maupun pemberkasan bagi tenaga wiyata bakti, tidak dikenakan biaya. Sehubungan dengan itu, dia ingatkan, para guru wiyata maupun masyarakat supaya waspada terhadap ulah oknum penipu yang menawarkan jasa, berkait penerimaan CPNS.
Bagi tenaga wiyata bakti, berdasarkan pada PP N0 48 tahun 2005 yang diperbarui dengan PP 43/2007, prosesnya telah berakhir pada tahun 2009. Namun demikian, bagi guru honorer yang belum diangkat, diminta untuk bersabar. Karena sampai sekarang, pihaknya masih menunggu ketentuan lebih lanjut dari pemerintah.
( Sudarman / CN13 )