
Kupang, CyberNews. Enam warga Desa Nitbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, tewas tenggelam di Pantai Wisata Tablolong, sekitar 26 km arah barat Kota Kupang, Senin (28/6).
Cornelis Oetemusu, seorang yang mengenal para korban, di Rumah Sakit Umum Prof. WZ Johanes Kupang mengatakan, ia bersama rekan-rekannya piknik ke Tablolong, setelah pembinaan sidi (persiapan menerima komuni) dalam Agama Protestan di Gereja Eklesia Oeratium, Amarasi Barat.
Mereka menyewa sebuah perahu yang ditumpangi 12 orang, namun ketika berada sekitar 50 meter dari bibir pantai, perahu oleng. Karena itu penumpang meloncat ke laut, akibatnya enam orang di antaranya meninggal.
Enam remaja tewas tersebut yakni Mauweni dan kembarannya Irma Mauweni (14), Santi Timaubas (15), Aleks Nifu (14), Hendri Kase (17) dan Noldy Rasi (16).
Dengan menyewa sebuah mikrolet seharga Rp 250 ribu, kelompok muda-mudi gereja Ekslesia Amarasi Barat ini berangkat ke Tablolong pada Senin siang yang berjarak sekitar 60 km dari kampung mereka. Setelah mendapat pengarahan dari Pdt. Leny yang mendampingi mereka, beberapa diantaranya menyewa perahu milik nelayan setempat untuk berkeliling tidak jauh dari bibir pantai.
Dia mengatakan, dari 12 orang yang melompat ke laut tersebut ternyata hanya Deby dan Gusty Nepa saja yang tahu berenang, sedangkan 10 orang tidak bisa berenang. Nelayan setempat membantu 10 anak muda tersebut, namun saat dibawa ke pantai, empat di antaranya meninggal, yakni Ina, Irma, Santy dan Aleks. Sementara Hendri Kase dan Noldy Rasi meninggal dalam perjalan menuju RSU Prof. WZ Johanes Kupang yang berjarak sekitar 26 km.
( Ant / CN16 )