
Semarang, CyberNews. Tahun ini, Pusat Cinderamata Jateng akan segera dibangun. Pusat hasil kerajinan Jateng ini nantinya akan menempati lokasi gedung baru Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jateng, yang akan didirikan di Sanggar Bakti Pramuka Kwartir Daerah 11 Jateng Jl Pahlawan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng, Ihwan Sudrajat mengatakan, Pusat Cinderamata Jateng dibuat dengan konsep perbelanjaan modern atau mal, dengan sistem one stop service. Sebab saat ini konsep tersebut paling banyak diminati oleh masyarakat.
"Kami menyebutnya Mal Indonesia. Nantinya yang dijual dan dipamerkan disana adalah produk-produk buatan Indonesia khususnya dari Jawa Tengah, dengan harga yang lebih murah dari harga di luar," ujarnya di sela-sela acara 'Big Sale' Dekranasda Jateng, di Gedung Dekranasda Jateng Jl Pahlawan, Jumat (25/6).
Menurut Ketua Dekranasda Jateng Sri Suharti Bibit Waluyo, pembangunan Pusat Cinderamata ini dilatarbelakangi kebutuhan akan tempat promosi hasil kerajinan Jateng yang dapat menarik minat wisatawan dan masyarakat. Sebab, selama ini belum banyak yang tahu keberadaan ruang pamer Dekranasda Jateng yang memamerkan dan juga menjual hasil kerajinan. Apalagi letaknya masih menjadi satu dengan gedung Disperindag Jateng.
"Nanti pengelolaannya akan dilakukan secara profesional, dan buka setiap hari. Tidak seperti sekarang yang hanya buka pada hari kerja saja, meski Sabtu dan Minggu juga bisa buka asal pesan terlebih dulu," katanya.
Diakui, pariwisata Jateng terutama di Kota Semarang masih jauh tertinggal dibanding kota lain seperti Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Salah satu kendala yang dihadapi adalah belum adanya ikon yang bisa menjadi daya tarik.
"Yogyakarta terkenal dengan budayanya, Bandung dengan factory outletnya. Sedang kita sendiri sampai sekarang masih mencari apa yang bisa digali untuk menjadi ikon atau daya tarik Semarang," paparnya.
Guna mengangkat pariwisata di Kota Semarang, lanjutnya, dalam waktu dekat Kelenteng Sam Poo Kong akan segera dibuka untuk kunjungan umum dan pariwisata. "Saat ini sedang dalam proses dibenahi, agar keindahan bangunan kelenteng dapat lebih terlihat lagi," imbuhnya.
( Fani Ayudea / CN13 )