
Wonogiri, CyberNews. Seorang warga Kabupaten Wonogiri, dilaporkan tewas diduga terserang penyakit flu burung atau Avian Influenza (AI). Korban bernama Supar (55), petani yang tinggal di Dusun Pakelan RT 4/RW 2 Desa Jeporo Kecamatan Jatipurno Kabupaten Wonogiri.
Kematian korban mengarah pada indikasi suspect flu burung. Tapi kepastian secara medis menunggu hasil tes darah korban, yang kini tengah diteliti di laboratorium.
Kasus kematian korban flu burung di Kabupaten Wonogiri, sebelumnya merenggut dua nyawa anak di Kecamatan Eromoko dan di Kecamatan Manyaran.
"Mencermati gejala klinis, memang penyebab kematiannya mengindikasikan ke arah serangan flu burung. Tapi kepastian medisnya, masih menunggu hasil tes darahnya yang dikirim ke laboratorium Jakarta," tegas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri dokter AUG Jarot Budiharso MKes.
Dokter Jarot didampingi Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular Penyehatan Lingkungan (P2MPL) dokter Tuti Darsari, Selasa (15/6), menyatakan, berdasarkan dari hasil penyelidikan yang dilakukan tim kesehatan, korban Supar mulai sakit demam tanggal 30 Mei 2010.
Karena disertai mual dan muntah, kemudian dibawa ke RS Amal Sehat Kecamatan Slogohimo, dan dirujuk ke RS Marga Husada Wonogiri. Selanjutnya dirujuk ke RS dokter Oen Surakarta, dengan diagnosa pneumonia. Pada 9 Juni 2010, Supar dirujuk lagi ke RS dokter Muwardi Solo. Hanya sekitar 10 jam dirawat di RS dokter Muwardi, korban meninggal, dengan diagnosa suspect flu burung.
Dari hasil penyelidikan epidemologi ke Dusun Pakelan, tim kesehatan memperoleh keterangan di sekitar pemukiman korban pernah terjadi kematian ayam mendadak dan dari rapid tes-nya positif flu burung.
Kepala Dinas Peternakan Perikanan Kelautan (Nakperla) Wonogiri, Ir Ruli Pramono MM menyatakan, pihaknya juga telah menurunkan tim ke lokasi, sekaligus dilakukan penyemprotan desinfektan ke kandang ternak warga, dan menyerukan masyarakat menjaga kebersihan lingkungannya, serta melaporkan bila mendapati unggas mati mendadak.
( Bambang Purnomo / CN16 )