
Jakarta, CyberNews. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai tidak konsisten dalam pengusutan kasus Bank Century. pasalnya, komisi tersebut yang pertama kali mengendus adanya kecurangan, namun, pada akhirnya, KPK justru menyatakan tidak ada tindak pidana korupsi dalam kasus itu. Hal itu dinyatakan secara gamblang oleh pimpinan KPK saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Tim Pengawas Rekomendasi Kasus Century DPR, belum lama ini.
Menanggapi hal tersebut, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai sikap KPK itu membingungkan. "Bingung juga dengan mekanisme itu," ujar JK seusai acara peresmian gerai donor darah di Senayan City, Jakarta, Senin (14/6).
Kebingungan tersebut, kata JK, berawal dari sikap KPK terhadap skandal Century yang melibatkan satu pejabat tinggi negara dan satu mantan pejabat tinggi negara itu. "KPK bilang awalnya ada indikasi korupsi tapi belakangan bilang tidak ada. Itu (KPK) yang pertama kali minta diaudit oleh BPK terus diteruskan ke pansus DPR," jelas JK yang juga Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI).
Kemudian JK menambahkan, sejak awal, harapan penuntasan skandal Bank Century bertumpu pada KPK sebagai komisi independen. "Masalah Century kan dari pertama kali mencuat karena KPK, bukan DPR," tandasnya.
Masih terkait KPK, JK menyatakan bahwa masa jabatan pemimpin baru KPK nantinya sesuai dengan konteks pemilihannya. "Sesuai UU kan lima tahun. Kalau untuk menggantikan (Antasari), ya sesuai dengan penggantiannya. Maksudnya sesuai dengan jabatan yang diganti," jelasnya.
Saat ditanya sosok yang pantas menjadi ketua baru KPK, JK berharap calon memiliki karakter seorang pemimpin. "Yang pasti harus mengerti hukum, tegas, dan jujur," tukasnya.
( MIOL / CN12 )