
Surabaya, CyberNews. Karena kerusakan sejumlah kereta api dan stasiun, PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan melaporkan Bonekmania, suporter fanatik Persebaya Surabaya, ke Polda Jawa Timur.
"Kepala Seksi Operasional akan menyampaikan laporan insiden itu kepada Polda Jatim, Selasa (23/3)," kata Humas PT KAI Daerah Operasi (Daops) VIII Surabaya, Catur Herry Winarno, Senin (22/3).
Tindakan anarkis Bonekmania itu terjadi setelah pertandingan sepak bola Liga Super Indonesia (LSI) antara Persebaya dan Persela Lamongan di Surabaya, Minggu (21/3) sore dengan hasil 2-0 untuk kemenangan tim tuan rumah.
Usai pertandingan itu, ribuan Bonekmania dari luar kota menaiki kereta api dari Stasiun Gubeng, Surabaya. Setibanya di Stasiun, ribuan suporter yang akan pulang ke Mojokerto dan daerah sekitarnya menyerbu KRD jurusan Surabaya Kertosono. Bonekmania yang berasal dari Sidoarjo dan sekitarnya melakukan hal yang sama terhadap KA Komuter Surabaya-Sidoarjo.
"Kedatangan Bonekmania itu tidak terkendali. Bahkan, banyak di antaranya yang naik ke atas atap gerbong," katanya.
Setibanya di Stasiun Kedinding (antara Sepanjang-Mojokerto), para Bonekmania yang menumpang KRD melempari KA Turangga jurusan Surabaya-Bandung yang sedang lewat. Akibatnya, pintu dan kaca jendela kereta api kelas eksekutif tersebut rusak parah.
Tak hanya itu, aksi mereka berlanjut dengan melempari KA Argo Wilis jurusan Bandung-Surabaya yang lewat Stasiun Kedinding hingga beberapa kaca jendela kereta api kelas eksekutif itu pecah.
Sesampai di Stasiun Mojokerto, Bonekmania kembali berulah. Di stasiun itu, oknum suporter Persebaya melempari ruang Pemimpin Perjalanan Kereta Api (PPKA) hingga mengakibatkan beberapa kaca jendela pecah. Sepanjang perjalanan, Bonekmania melempari pintu dan kaca pos perlintasan kereta api.
Tindakan anarkisme juga dilakukan para Bonekmania yang menumpang KA Komuter Surabaya-Sidoarjo. Para Bonekmania merusak beberapa peralatan dan kaca Stasiun Tanggulangin.
"Akibat kejadian itu, kami mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Selain itu, penumpang umum yang ada di stasiun juga mengalami trauma," kata Herry.
Pembina Yayasan Suporter Surabaya (YSS), Wastomi Suheri, mengaku prihatin atas ulah Bonekmania.
"Kalau memang itu ulah suporter Persebaya, saya sangat menyayangkan. Dan itu harus ditindak tegas karena sudah melakukan perusakan berulang kali," katanya.
( MIOL / CN16 )