
Jakarta, CyberNews. Pemerintah menegaskan hanya akan memberikan subsidi BBM maupun listrik kepada masyarakat yang berhak atau masyarakat tidak mampu.
Hal ini diungkapkan Menko Perekonomian Hatta Rajasa menanggapi pernyataan Menteri ESDM Darwin Saleh terkait rencana pemerintah menerapkan harga keekonomian untuk BBM dan Tarif Dasar Listril (TDL) pada tahun 2014.
"Mungkin yang dimaksud roadmap, karena negara harus tetap berikan subsidi untuk masyarakat tidak mampu. Jadi yang ada pengalihan subsidi dari pola yang diberikan," jelasnya usai Rapat Koordinasi di Kantor Kementerian Bidang Perekonomian di Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (22/3).
Pengalihan subsidi tersebut, tambahnya, merupakan bentuk restrukturisasi subsidi dari masyarakat mampu ke masyarakat yang benar-benar tidak mampu. Hal ini berkaca dari banyaknya pelanggan listrik 6.600 volt ampere atau pelanggan kaya yang masih mendapat subsidi dari pemerintah. "Kita sudah sadari, listrik 50% subsidi jatuhya ke orang yang tidak berhak. Kita tidak mau itu terjadi lagi," cetus Hatta.
Karenanya, pemerintah akan merancang restrukturisasi subsidi agar tepat sasaran. Langkah ini, jelas Hatta, sudah dilakukan melalui proyek percontohan subsidi pupuk langsung ke petani yang diterapkan mulai tahun ini. "Kalau berhasil diperluas, sehingga petani benar terima pupuk. Kalau seperti sekarang bisa saja, harga murah tapi barang ngga ada, karena banyak diselewengkan," ungkap dia.
Menurutnya, dengan pola subsidi langsung seperti pada pupuk maka penyelewengan subsidi dapat dihindari. "Kita menghilangkan distorsi," kata Hatta.
( Kartika Runiasari / CN13 )