
Jakarta, CyberNews. Tim pemeriksa dari Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri menanyakan nama-nama makelar kasus kepada mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Pol Susno Duadji, Senin (22/3).
"Kita menunggu, apa ada nama markus (makelar kasus) atau tidak. Ada nama tidak. Siapa dia. Dimana berkeliaran dan bagaimana praktiknya," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Edward Aritonang di Jakarta.
Dalam pemeriksaan itu, Susno menjelaskan soal jalannya penyidikan kasus rekening mencurigakan Rp 25 miliar milik staf Ditjen Pajak, Gayus Tambunan. Namun Susno tidak membawa dokumen pendukung dalam pemeriksaan itu.
"Pak Susno kan sangat mengerti persoalan ini sehingga bisa memaparkan dengan lancar," ujarnya.
Polri, katanya, punya komitmen untuk menyelesaikan masalah itu dengan menegakkan aturan sesuai dengan hukum yang berlaku. Pemeriksa juga mengklarifikasi adanya bagi-bagi uang diantara tim penyidik kasus itu. Kendati pemeriksaan Susno banyak menggali keterangan soal proses penyidikan dan klarifikasi soal markus, Aritonang menegaskan bahwa hingga kini proses penyidikan belum ditemukan indikasi penyimpangan.
Ia mengatakan, penyidik hanya menyita Rp 395 juta dari Rp 25 miliar uang yang berada di rekening Gayus. Sisa uang tidak disita dan tidak diblokir penyidik karena tidak ada alasan yang kuat untuk menyitanya.
"Penyelidikan sisa uang itu belum dihentikan. Menang uang Rp 25 miliar pernah diblokir atas permintaan penyidik tapi dibuka lagi," katanya.
Polri menjamin jika nantinya tuduhan adanya mafia kasus itu benar ada maka pimpinan Polri sependapat dengan Susno untuk memberantasnya. Susno sendiri telah diam-diam meninggalkan gedung Divpropam usai pemeriksaan yang berlangsung sekitar 1,5 jam itu. Diduga, Susno keluar lewat pintu samping dan bukan lewat pintu depan sebagaimana ia datang.
Pengacara Susno, Henry Yosodiningrat mengatakan, pemeriksaan sudah selesai dan tidak ada rencana untuk pemeriksaan selanjutnya.
Pekan lalu, Susno menyebutkan adanya mafia kasus ini karena penyidik hanya mengusut uang Rp 395 juta dari isi rekening Rp 25 miliar.
( Ant / CN16 )