
Kudus, CyberNews. Sumber daya manusia (SDM) pada bank perekreditan rakyat perlu ditingkatkan, sebab ini berpengaruh pada bentuk pelayanan masyarakat terutama berkaitan dengan kebutuhan pemenuhan kebutuhan modal. Ketua Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) se-karesidenan Pati, Supriyanto, Minggu (21/3) mengatakan, tantangan tahun ini justru semakin berat menghadapi era perdagangan bebas yang diawali dengan masuknya produk-produk luar negeri, seperti yang saat ini mendominasi adalah produk-produk China yang sudah beredar dipasaran.
"Hal tersebut tentunya akan mempengaruhi kondisi perdagangan di Indonesia, terutama diwilayah regional seperti di karesisdenan Pati, walaupun saat ini dampaknya belum begitu terasa," katanya.
Bagi para pelaku usaha, ini merupakan suatu kondisi yang perlu dicermati agar pangsa pasar produk buatan dalam negeri bisa tetap eksis bersaing dengan produk impor. "Oleh karena itu bagi pelaku usaha khususunya perlu pengembangan usaha dan hal tersebut tentunya memerlukan modal yang tidak sedikit. Namun kendalanya mereka terkadang terbentur masalah prosedur yang cukup komplek, padahal modal yang dibutuhkan biasanya bersifat mendesak," ujarnya.
Oleh karena itu untuk mengatasi masalah ini hendaknya BPR bisa berperan aktif. "Tidak hanya sekedar mencari peluang namun juga harus bisa menjadi solusi terbaik, tentunya dengan memberikan pelayanan yang baik.
( Ruli Aditio / CN14 )