
Wonogiri, CyberNews. Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Wonogiri tahun 2010, terancam tidak dapat dilaksanakan, karena tidak ada dana. Bantuan APBD Wonogiri yang dialokasikan untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat, saat ini hanya Rp 100 juta.
Sementara anggaran untuk menggelar Porkab, setidak-tidaknya dibutuhkan dana sekitar Rp 300 juta. Pada hal, Porkab merupakan event tiga tahunan yang sekaligus diagendakan untuk menandai puncak pembinaan olahraga di Kabupaten Wonogiri, serta sebagai persiapan final dalam rangka menghadapi kalender event Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng.
Ketua KONI Kabupaten Wonogiri, Edy Purwanto, mengatakan, dana bantuan dari APBD Wonogiri untuk KONI mengalami penurunan drastis. Tahun 2009 lalu, jumlahnya mencapai Rp 790 juta. "Tapi untuk tahun 2010 ini, turun hanya sebanyak Rp 100 juta," kata Edy. Dengan mencermati jumlah bantuan yang sangat minim ini, gambaran untuk menggelar Porkab menjadi jauh panggang dari api. Sebab, dana Rp 100 juta itu tidaklah mungkin untuk menggelar Porkab dan sekaligus memberikan bantuan stimulan kepada cabang-cabang olahraga yang eksis di Kabupaten Wonogiri.
Di Kabupaten Wonogiri, terdapat lebih sepuluh cabang olahraga yang potensial dan eksis, yang setiap tahunnya menerima bantuan rutin dana APBD Wonogiri yang dilewatkan KONI setempat. "Logikanya, dengan dana yang minim seperti itu, sangatlah sulit untuk melaksanakan agenda Porkab," kata Edy yang juga menjadi kandidat bakal calon bupati dalam Pilkada 2010 ini.
Dalam situasi dan kondisi seperti sekarang ini, kiranya sangat sulit untuk mencari mitra pihak ketiga yang bersedia tampil menjadi sponsorship. Apalagi pihak ketiga yang bersedia memberikan bantuan pendanaan yang jumlahnya cukup besar. Padahal, tambah Edy, sesuai agenda tiga tahunan, Porkab Wonogiri mestinya harus dapat dilaksanakan pada tahun 2010 ini. "Solusinya memang cari sponsor. Tapi ini bukan pekerjaan yang mudah untuk dilakukan," tuturnya.