
Solo, CyberNews. Perjalanan Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Solo 2010 yang mendekati masa penetapan calon wali kota/wakil wali kota (cawali/cawawali) mulai menghangat.
Usai pasangan calon Eddy Wirabhumi-Supradi Kertamenawi meminta kesiapan Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN Amien Rais menjadi juru kampanyenya (jurkam).
Kini giliran pasangan calon Joko Widodo-FX Hadi Rudyatmo (Jo-Di) yang berencana mengusulkan ide serupa. Bahkan, pasangan incumbent bersiap untuk mendatangi kediaman mantan Ketua Umum PAN itu di Yogyakarta untuk meminta dukungan. "Kalau pasangan Wi-Di saja bisa datang ke rumah Amien Rais, lalu mengapa Jo-Di tidak. Kalau urusan dukung mendukung itu kan hak Pak Amien (Amien Rais)," tandas FX Hadi Rudyatmo (Rudi) saat dimintai pernyataannya di sela-sela kegiatan peringatan ulang tahun PDI Perjuangan ke-37 di Kelurahan Panulran, Laweyan, Minggu (21/3) siang.
Rudi yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surakarta ini menegaskan, bahwa apa yang disampaikan oleh Amin Rais, Jumat (19/3) lalu, bersifat perseorangan, bukan berasal dari partai. Oleh karenanya, dukungan PAN Surakarta kepada pasangan Jo-Di tetap absolut dan tidak akan berubah. "Saya yakin apa yang disampaikan Pak Amin itu pernyataan pribadinya, dan itu tidak ada pengaruhnya pada dukungan PAN ke kami (pasangan Jo-Di)."
Ditambahkannya, selama ini komitmen PAN yang berkoalisi dengan PKS tetap utuh, yakni mendukung pasangan incumbent. Bahkan, Ketua DPD PAN Surakarta Hami Mujadid sudah menyatakan komitmenya itu kepadanya. Menurut pasangan Jokowi ini, apa yang dilakukan kompetitornya dengan mendatangi kediaman Amien Rais itu adalah hal lumrah. Itu adalah kompetisi dalam dunia politik.
"Itu kompetisi, selama berada dalam koridor-koridor hukam ya tidak apa-apa," lanjutnya.
( Budi Sarmun S / CN13 )