
Blora, CyberNews. Kapasitas dan komitmen yang dimiliki oleh KH Sahal Mahfudz (Mbah Sahal) dan KH Mustofa Bisri (Gus Mus) untuk Nahdlatul Ulama (NU), sungguh luar biasa besar.
Tak pelak, kedua sosok ini masih menjadi harapan sebagian besar warga NU agar salah satu di antara mereka lah yang nantinya terpilih menjadi Rais Amm NU dalam muktamar yang digelar 22-27 Maret di Makassar. "Rais Am Mbah Sahal adalah harga mati. Kecuali jika Gus Mus mau maju," ujar Sumanto Al Qurtuby, Sekretaris Jenderal Komunitas Nahdhatul Ulama di Amerika Serikat dan Kanada yang saat ini sedang berada di Blora, kepada Suara Merdeka, Minggu (21/3).
Mengenai kemampuan, tambah kandidat Doktor di Boston University ini, banyak tokoh di NU yang memiliki untuk tampil sebagai seorang pemimpin. "Namun untuk yang benar-benar memiliki kapasitas dan kapabilitas, saat ini adalah Mbak Sahal dan Gus Mus."
Untuk beberapa nama seperti KH Hasyim Muzadi Ma'ruf Amin, meski memiliki kemampuan, namun dinilai penulis buku Aris Cina-Jawa-Islam ini kurang tepat. "Kiai Ma'ruf Amin urang tepat, karena dia adalah salah satu sosok dibalik fatwa-fatwa yang digulirkan MUI, selain itu, ia juga masuk di Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres)," paparnya.
Sementara itu, KH Hasyim Muzadi dipandang belum bisa merepresentasikan keulamaan, sebagaimana background NU sendiri. "KH Hasyim Muzadi lebih kental politisnya daripada ulama-nya," ungkapnya.
Pada kesempatan yang berbeda, sebelumnya Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Blora H Abu Nafi SH juga memberikan dukungan kepada KH Sahal mahfudz. "Saya secara pribadi masih berharap agar Mbah Sahal bisa meminpin kembali NU sebagai Rais Amm," tegasnya.
( Rosidi / CN13 )