
Beijing, CyberNews. Petugas pertolongan telah mengebor reruntuhan terowongan kereta yang ambruk di Wilayah Otonomi Inner Mongolia di China utara dalam upaya meningkatkan peluang menyelamatkan 10 pekerja yang telah terperangkap selama lebih dari 33 jam.
Setelah berhasil melakukan pengeboran melewati rerutuhan sepanjang 27 meter Sabtu (20/3) tengah hari, pekerja memasukkan udara segera, air dan susu, kata jurubicara markas pertolongan darurat. Petugas pertolongan juga terus menghubungi pekerja yang terjebak melalui pipa kecil, tapi tak mendengar jawaban dari dalam.
Pada saat yang sama, petugas menggali saluran tambahan horizontal dan telah menyelesaikan saluran sepanjang 13 meter hingga pukul 18:00 waktu setempat, Sabtu (20/3). Saluran itu, yang direncanakan selesai Minggu (21/3) pagi, akan memungkinkan petugas pertolongan masuk.
Sebanyak 2.000 meter kubik batu dan lumpur menimbun ketika terowongan tersebut ambruk Jumat (19/3), pukul 14:35 waktu setempat, di Kabupaten Zhuozi, Kota Ulanqab, sekitar 150 kilometer dari ibukota regional Hohhot dan 40 kilometer dari Beijing. Banyak ahli mengatakan kerangka pendukung di terowongan itu dapat menjadi tempat berteduh para pekerja dan meningkatkan peluang mereka untuk menyintas.
Terowongan itu adalah bagian dari jalan kereta yang sedang dibuat untuk menghubungkan Kabupaten Jining di Kota Ulanqab dan Kota Baotou, Inner Mongolia. "Kami sedang mengerjakan terowongan tersebut ketika kerikil dan tanah mulai berjatuhan," kata Li Tiying, salah satu dari enam penyintas (survivor). "Kami berlari, dan berteriak memanggil siapa saja agar berlari bersama kami."
Ketika ia telah menyelamatkan diri, Li mengatakan ia sekali lagi memandang terowongan tersebut dan melihat cahaya buram di dalamnya. "Tetapi dalam waktu beberapa detik, terowongan itu tertutup oleh batu dan tanah."
( Ant / CN13 )