
Temanggung, CyberNews. Bayi malang yang lahir tanpa batok kepala (anchepalus) putra dari Suherman (45) dan Susiah (40), warga Dusun Kasihan, Desa Mudal, Temanggung, Jawa Tengah, kembali mendapatkan perawatan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Djojonegoro Temanggung, Sabtu (20/3).
Bayi dari keluarga kurang mampu yang lahir dengan berat 37 ons ini sebelumnya telah menjalani perawatan di tempat yang sama sebelumnya. Tetapi karena keterbatasan biaya, bayi ini hanya mendapat perawatan selama tiga hari saja. Kondisi bayi itu sendiri sangatlah memprihatinkan, kepalanya harus diperban karena bagian dalam kepala (otak) tidak berpenutup.
Menurut Susiah, karena mereka tidak memiliki Jamkesmas, pada saat proses persalinan di RSUD Djojonegoro, mereka harus mengeluarkan uang separuh dari total biaya yaitu sebesar sebesar Rp 600 ribu. Ini pun setelah mendapat bantuan keringanan dari desa melalui program Jaminan Kesehatan Temanggung (JKT).
Suherman yang bekerja sebagai buruh itu harus kembali membawa bayinya ke RSUD Djojonegoro, Sabtu (20/3), karena tubuh bayi menguning.
Ditemui terpisah, Direktur RSUD Djojonegoro, dr. Artiyono menyebutkan bahwa penyakit kelainan itu terjadi antara lain dikarenakan faktor gizi ibu bayi waktu mengandung dan kemungkinan ada virus dari hewan sehingga pertumbuhan bayi mengalami gangguan. "Menurut rencana bayi putra dari Suherman itu akan dirujuk ke RS dr. Kariadi Semarang," tehas Artiyono.
( Ant / CN14 )