
Semarang, CyberNews. Sabtu (20/3) besok, naskah Ujian Nasional (UN) 2010 untuk wilayah Kota Semarang tiba di Dinas Pendidikan Kota Semarang.
Rencananya distribusi naskah soal ke tiap rayon akan dilakukan Minggu (21/3) siang, dengan pengamanan yang diperketat dan melibatkan berbagai unsur yakni aparat kepolisian, Tim Pemantau Independen (TPI), dan satuan pengawas sekolah dari perguruan tinggi.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin mengatakan, sebelumnya sejumlah persiapan pada Jumat (19/3) seperti pengecekan kebutuhan jumlah soal telah dilakukan seluruh panitia UN dari masing-masing kabupaten/kota di PT Pura Barutama Kudus.
Setelah pengecekan selesai, soal mulai dikirim pada Sabtu (20/3) pukul 00.00. Selain panitia UN dari Dinas Pendidikan Kota Semarang, Tim Pemantau Independen (TPI), satuan pengawas sekolah beserta aparat kepolisian, juga ikut mengecek. "Jumlah soal yang didistribusikan tak hanya yang sudah ditetapkan sesuai dengan jumlah peserta UN, tapi ditambah dengan tambahan tiga persen soal ujian cadangan," kata dia.
Untuk Kota Semarang, penyimpanan naskah UN ditempatkan di kantor Dinas Pendidikan Kota Semarang. Sedang distribusi tingkat sub rayon yang terdiri atas empat sub rayon tingkat SMK dan lima sub rayon tingkat SMA/MA akan dilakukan pada Minggu (21/3) siang, setelah dilakukan pemetaan jumlah kebutuhan soal di tingkat rayon. "Nantinya naskah soal UN baru akan diterima tiap sekolah pada hari berlangsungnya UN setiap hari pada pukul 06.00," imbuhnya.
Guna mempercepat proses skrining hasil UN, nantinya begitu mata pelajaran yang diujikan selesai, maka semua lembar jawab komputer untuk peserta SMA/MA langsung dikumpulkan secara berjenjang dari sub rayon, rayon, dan langsung dikirim ke Unnes. Sementara untuk lembar jawab SMK akan discaning oleh panitia UN tingkat Jateng.
Ditambahkan, UN 2010 tingkat SMA akan diikuti oleh 10.709 siswa dari 61 sekolah, dan membutuhkan ruang ujian mencapai 604 ruang kelas. Tingkat MA jumlahnya 1.547 siswa dengan 90 ruang kelas. Sedang tingkat SMK diikuti 10.300 peserta dari 69 SMK, membutuhkan 588 ruang kelas ujian.
"Tiap ruang ujian akan dijaga oleh dua pengawas. Pengawas ini diambilkan dari guru lintas sekolah, dan bukan guru mata pelajaran yang sedang diujikan pada hari itu," jelas Bunyamin.
( Fani Ayudea / CN13 )