
Tegal, CyberNews. Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun lalu diduga masih ada kecurangan. Untuk mengantisipasi agar hal itu tidak terjadi pada pelaksanaan UN 2010 yang akan diadakan pada 22-26 Maret, pengawasan lebih diperketat mulai distribusi soal dan pengawas.
"Kebocoran soal merupakan salah satu masalah yang sangat rentan dan rawan, sehingga perlu diberlakukan pengawasan secara silang murni. Maka, semua Kepala Sekolah sekitar 232 di seluruh Kota Tegal dikumpulkan di Ruang Adipura, untuk melakukan penandatangan pakta integritasi," kata Wakil Walikota Tegal Habib Ali.
Menurutnya, penandatangan pakta integritas itu bertujuan untuk membangun komitmen bersama dalam pelaksanaan UN/UASBN terhadap para pengawas, agar bisa bersikap jujur dan juga menguji akhlak maupun kaidah. Selain itu, pengawas tidak boleh membantu siswa dengan membocorkan soal UN.
"Jika hal tersebut sampai terjadi, mereka akan mendapatkan sanksi tegas sesuai dengan peraturan pendidikan. Soalnya, itu sudah merupakan tindakan kriminal dan tidak membuat para siswa menjadi pintar," ujarnya.
Dia mengaku, tahun sebelumnya UN disini memang diduga memiliki indikasi kecurangan, bahkan sejumlah guru telah membantu siswanya telah melakukan kecurangan pada pelaksanaan UN berlangsung. Itu dilakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan prestasi sekolah agar bisa dipandang bermutu dan favorit.
"Masalah ini tidak akan terulang lagi karena kami telah menyiapkan pengawas UN/UASBN dari perguruan tinggi UNNES dan UPS. Kedua universitas tersebut telah ditunjuk oleh pemerintah pusat, untuk melakukan pengawasan yang dimulai dari distribusi soal hingga pelaksanaan UN nanti," terangnya.
Ia menambahkan, pada pelaksanaan UN/UASBN tingkat SD dilakukan pada 4-6 Mei dan susulan 10-12 Mei serta untuk SMP dimulai dari 29 Maret hingga 1 April dan susulannya 5-8 April. Sementara, tingkat SMA dilaksanakan 22-26 Maret dan susulannya 29 Maret sampai 5 April, kemudian SMK sendiri pada 22-25 Maret dan susulannya 29 Maret hingga 1 April.
"Apabila di dalam pelaksanaan UN, diperkirakan ada sejumlah siswa tidak dapat mengikutinya yang disebabkan berbagai halangan seperti halnya sakit. Maka, pihaknya akan memberikan kebijakan bagi siswa tersebut, untuk mengikuti UN susulan yang dilaksanakan 29 Maret hingga 5 April. Diharapkan, target kelulusan tahun ini bisa tercapai hingga 100 persen, meskipun pada pelatihan try out kemarin dilaksanakan hanya mencapai 86% saja," pungkasnya.
( Susanti Retno / CN13 )