
Jakarta, CyberNews. Sedikitnya terdapat 1.500 pengikut Tanzim Qoidatul Jihad yang dinilai berpotensi mengancam keamanan Indonesia. Hal itu dinyatakan pengamat teroris Al Chaidar, Jumat (19/3). Menurutnya, kekuatan itu berbahaya dan siap melanjutkan estafet jaringan teroris di Indonesia.
"Setahu saya jumlah mereka 5.000 di seluruh Indonesia, tapi mereka terpecah menjadi tiga, kelompok Tanzim Qoidatul Jihad sekitar 1.500. Ini berbahaya," ungkap Chaidar.
Kelompok ini bergerak di bawah tanah dan kemudian menjadi teroris murni. Namun demikian dia mengungkapkan kelompok pecahan lain yakni Jamaah Ansarut Tauhid, dinilai tidak berbahaya.
Saat ini gerakan mereka terkosentrasi di Sumatera yang dipilih karena banyak hutan dan penduduknya jarang sehingga mudah mengorganisir. Ditambahkan Chaidar, para teroris itu berencana menyerang Jakarta melalui Sumatera.