
Semarang, CyberNews. Layaknya ajaran nabi yang mengharuskan menyambut baik semua tamunya, Muhammadiyah menilai Indonesia hendaknya juga menyambut baik semua tamu yang datang dengan ramah. Termasuk kedatangan presiden AS, Barrack Hussein Obama ke Indonesia.
Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jateng, Ahmad Tafsir MAg mengatakan, sebenarnya tidak ada alasan bagi tuan rumah untuk menolak kedatangan seorang tamun, apalagi itikatnya baik. "Nabi Muhammad SAW saja selalu menyambut tamunya dengan baik, sekalipun dia adalah seorang musuh," ujar Tafsir.
Namun demikian, pihaknya dapat memaklumi sikap beberapa kalangan yang menolak kedatangan presiden yang pernah sekolah di Indonesia ini. Kalangan yang menolak diantaranya, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Penolakan itu dianggapnya sebagai alat kontrol. Artinya, agar Obama mengetahui bahwa masih ada kekurangan pada dirinya, hingga membuat sebagian masyarakat Indonesia menolak kedatangannya.
Salah bentuk kekurangannya, masih adanya ketidakadailan AS terhadap beberapa negara yang mayoritas berpenduduk muslim. "Memang dia ada itikat baik ke arah sana, semisal dengan menghentikan adanya peperangan, tetapi hingga sampai saat ini belum nampak. Jika semua kalangan tidak ada yang kontra dengan kedatangannya, maka perimbangan demokrasi ini tidak akan indah karena terlalu lunak," tandasnya.
Tafsir juga mengakui jika dirinya masih kecewa dengan Obama akibat janji-janjinya yang belum secara signifikan direalisasikan. Namun, dengan kedatangan Obama kali ini, menurutnya bisa menjadi momen penting bagi umat Islam. "Setidaknya, umat Islam bisa berdialog langsung dengan presiden negara adikuasa itu," pungkasnya.
( Diantika PW / CN13 )