panel header
NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dalam rangka HUT Ke-62 Suara Merdeka, Lenssociety akan menggelar SUARA MERDEKA PHOTO RALLY, Minggu (12/2). Disediakan hadiah uang tunai Rp 12 juta, doorprize kamera DSLR Nikon dan Canon, Blackberry, handphone, televisi, voucher hotel, dan lain-lain. Kontribusi Rp 50.000/peserta, mendapatkan kaus dan makan siang. Pendaftaran di kantor SM, Gedung Unaki Jalan Pemuda 95-97 Semarang, Wahyudi (081326700700), Tom (08122575555), dan Star Flash Jalan Thamrin No 65 Semarang telepon 08156561800.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
17 Maret 2010 | 23:32 wib
Laka Tewaskan Lima Anggota Punk
Korban Mau Nonton Musik di Semarang

Kajen, CyberNews. Lima remaja anggota komunitas Punk yang tewas dalam kecelakaan di Jalur Pantura, Batang, bermaksud ingin  nonton  pentas musik ke Semarang. Namun maut menjemput mereka lebih dulu.

Rizqon yang oleh teman-temannya di komunitas punk dipanggil Itong adalah salah satu dari lima remaja yang tewas dalam kecelakaan  di jalur Pantura, Gringsing (Batang). Sukhufi (50) ayah kandung itong mengaku diberitahu jika anaknya menjadi salah satu korban dari terangganya Rabu (17/3).

"Saya kaget kenapa anak saya bisa sampai di sana, saya tahunya dia main di sekitar Kedungwuni saja," ujarnya saat ditemui Suara Merdeka hari ini.

Anak bungsunya itu kata dia, pergi dari rumah tiga hari yang lalu dan tidak pamit jika akan keluar kota. Anaknya kata dia, memang sering pergi, namun biasanya kalau malam pulang.

Setelah beberapa menit menjawab pertanyaan Suara Merdeka, dia kembali keluar rumah melewati beberapa remaja berpakaian hitam ketat yang berkumpul di depan rumahnya. Beberapa remaja itulah yang menyebut dirinya sebagai komunitas punk.

Namun tak ada penampilan yang aneh. Tidak ada rambut berwana-warni dengan bentuk jabrik, atau asesoris aneh-aneh yang biasa terlihat dari komunitas punk. "Kami ini hanya nongkrong saja dan senang nonton musik," ujar Heru (18), salah seorang remaja yang mengaku teman dekat korban.

Sambil mengusap-usap lubang bekas anting-anting di telinganya, dia mengaku sempat nongkrong dengan korban beberapa hari sebelum maut menjemput karibnya itu. Di markas tempat mereka nongkrong di sektar Lapangan Paesan Kedungwuni, Itung sempat bercerita mau pergi ke rumah temannya sesama penggemar musik di Cirebon. "Setelah main ke sana, dia katanya mau nonton musik di Semarang dan beli oleh-oleh spesial buat pacarnya," ujar remaja asal Kecamatan Karangdadap itu.

Selain Itong, tiga dari lima korban lainnya juga berasal dari Kabupaten Pekalongan. Mereka adalah Angga (20) warga Desa Tosaran , M Zaenal Rifai (19) warga Surobayan (Wopringgo), dan Slamet Romadhon (21), Tirto.

( Muhammad Burhan / CN13 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
08 Februari 2012 | 14:52 wib
Dibaca: 17
08 Februari 2012 | 14:40 wib
Dibaca: 104
image
08 Februari 2012 | 14:27 wib
Dibaca: 51
08 Februari 2012 | 14:14 wib
Dibaca: 23
08 Februari 2012 | 14:01 wib
Dibaca: 24
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
01 Februari 2012 | 19:18 wib
02 Februari 2012 | 07:35 wib
01 Februari 2012 | 23:31 wib
FOOTER