
Solo, CyberNews. Marmidi (53), warga Gemolong, Sragen dan Matias Sularno (27), penduduk Guwosari, Jebres, Senin (15/3) lalu jadi korban pengeroyokan sekelompok orang tak dikenal. Keduanya dipukuli di pasar klithikan di kawasan Pasar Legi, Kecamatan Banjarsari. Tak hanya dipukuli, bus Karno Putro yang disopiri Marmidi juga jadi sasaran kemarahan si pengeroyok. Kaca samping bus dipecah.
Kejadian bermula, saat Marmidi dan Matias sedang berada di sebuah bengkel yang ada di kawasan klithikan Pasar Legi, sekitar pukul 14.00 WIB. Tiba-tiba, sekelompok orang mendatangi. Tanpa banyak basa-basi, Marmidi langsung dipukuli. Melihat kejadian itu, Matias lari menyelamatkan diri dengan masuk ke bus yang diparkir tak jauh dari bengkel. Namun sekelompok orang itu mengejarnya. Mereka naik ke dalam bus, kemudian memukuli Matias ramai-ramai.
Tak puas melampiaskan kekesalan pada dua orang itu, sekelompok orang itu lalu memecah kaca samping kanan bagian depan kendaraan itu hingga hancur berkeping-keping.
Dalam laporannya kepada polisi, keduanya mengaku dipukuli dengan tangan kosong dan batu. Mereka tidak tahu alasan sekelompok orang itu melakukan penganiayaan. Kasat Reskrim Kompol Susilo Utomo mewakili Kapoltabes Kombes Pol Joko Irwanto, Rabu (17/3) mengatakan, kasus tersebut masih diselidiki. "Korban sudah dimintai keterangan untuk keperluan penyelidikan," katanya.
( Irfan Salafudin / CN14 )