
Bogor, Cybernews. Kepala desa Galuga mendesak pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor bekerja sama menangani longsornya timbunan sampah TPA Galuga yang menewaskan empat orang pemulung dan melukai tujuh orang lainnya, sore kemarin. Menurut kepala desa, hingga saat ini korban belum menerima bantuan.
Seperti diberitakan sebelumnya, bangunan beton konstruksi TPA Galuga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, jebol karena tak kuat menahan beban. Menurut Kapolres Bogor AKBP Tomex Kurniawan, diduga jebolnya konstruksi terjadi karena volume sampah tercampur dengan air hujan, sehingga menambah beban. Musibah yang terjadi Selasa (16/3) sekitar pukul 15.00 itu menimpa pemulung yang tengah mengais sampah.
Saat ini, sejumlah petugas dari Satreskrim Polres Bogor tengah mengidentifikasi lokasi. Polisi menancapkan tanda-tanda bendera merah untuk menandai lokasi. Polisi juga telah memasang garis polisi untuk mencegah kerumunan warga mendekat.
Sementara itu, sejumlah pemulung terlihat menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Dua unit truk pengangkut sampah juga masih menyetor sampah ke TPA seluas 10 hektar yang menampung sampah dari Kota dan kabupaten Bogor tersebut.
( Farodlilah / CN12 )