
London, CyberNews. Harga minyak dunia merosot di bawah 80 dolar AS pada Senin (15/3), akibat jatuhnya mata uang AS dan kekhawatiran permintaan energi serta kehati-hatian pedagang mengamati pertemuan produksi kartel OPEC akhir pekan ini.
Kontrak utama New York minyak mentah light sweet untuk pengiriman April, jatuh dari 1,82 dolar menjadi 79,42 dolar per barel. Sedangkan minyak mentah Brent North Sea di London untuk penyerahan April jatuh 1,77 dolar menjadi 77,62 dolar per barel.
"Minyak mentah menderita penurunan dalam perdagangan sore di tengah rebound (berbalik naik) dolar yang kuat," kata analis VTB Capital Andrey Kryuchenkov pada AFP.
Dolar melambung tinggi terhadap euro pada Senin karena pedagang bersemangat menunggu sebuah pertemuan genting para menteri keuangan zona euro yang diperkirakan akan mengatasi krisis utang Yunani, kata para analis.
Unit AS juga mendapat keuntungan didukung statusnya sebagai safe haven (tempat berlindung yang aman), karena melemahnya saham global mendorong beberapa investor untuk menjual euro yang sensitif risiko.
Sebuah penguatan greenback cenderung mengurangi permintaan minyak mentah yang dihargakan dalam dolar karena menjadi lebih mahal untuk pembeli yang menggunakan mata uang lemah.
Produksi industri AS naik tipis 0,1 persen pada Februari, nyaris berhenti di tengah badai salju parah yang melumpuhkan banyak bagian kawasan dari Pantai Timur, data Federal Reserve menunjukkan Senin. Peningkatan kecil dalam keluaran industri datang setelah revisi naik Januari 0,9 persen, naik 0,2 persentase poin dari data awal dan lebih baik daripada nol persen yang diperkirakan para analis untuk Februari.
( Ant / CN16 )