
Foto: AP/Farah Abdi Warsameh
Mogadishu, CyberNews. Pemerintah Somalia diberitakan baru saja menandatangani kesepakatan dengan milisi, Senin (15/3) dengan menawarkan posisi pada pemerintahan sebagai imbalan atas dukungan militer selama merencanakan serangan terhadap pemberontakan kaum Islamis.
Militan Ahlu-sunah Wal-jamea mendapatkan lima posisi di kementerian serta pos diplomatik. Selain itu kesepakatan tersebut juga memberikan posisi senior di dalam polisi dan intelijen bagi milisi.
Kesepakatan itu ditandantangani oleh kepala milisi, Sheikh Dahir Mohamed Hefow dengan menteri keuangan Somalia, Sharif Hassan Sheik Aden di markas besar Uni Afrika di ibukota Ethiopia Adis Ababa. Sedangkan, Perdana Menteri Somalia Omar Ali Abdirashid Sharmarke mengatakan bahwa upacara penandatanganan kesepakatan tersebut merupakan bagian dari rencana rekonsiliasi yang lebih besar.
Milisi Ahlu-sunah Wal-jamea yang didukung Ethiopia menguasai beberapa wilayah di kota dan kabupaten sekitar Somalia pusat. Sedangkan pemerintahan yang didukung PBB hanya berada nyaris beberapa blok dari ibukota Mogadishu dengan dukungan lebih dari 6.000 pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika.
Sebelumnya diberitakan, kaum pemberontak kembali melakukan serangan, Senin (15/3) sekembalinya presiden dari Dubai. Jumlah korban tidak diketahui.
( Yuska , AP / CN14 )