
Yogyakarta, CyberNews. Ratusan umat Hindu di Jateng dan Yogyakarta, Sabtu (13/3) menggelar upacara Melasti di Pantai Parangkusumo, Kabupaten Bantul.
Upacara yang dipimpin Begawan Putra Manuaba tersebut, berlangsung khidmad meski udara panas cukup menyengat tubuh mereka. Ritual yang digelar setahun sekali tersebut, mengubah suasana pantai selatan berubah bagai di Pulau Dewata. Umbul-umbul kuning keemasan, kain bermotif kotak-kotak kombinasi warna hitam-putih, dipandu umat berpakaian khas bali ditambah alunan gamelan Bali layaknya Pulau Dewata.
Nuansa budaya Bali sangat kental, pasalnya umat Hindu di Yogyakarta dan sekitarnya melangsungkan Upacara ritual Melasti di pantai yang juga sering digunakan oleh masyarakat jawa sebagai tempat upacara labuhan layaknya upacara ritual malam Selasa kliwon maupun Jumat Kliwon.
Ketua Perhimpunan Hindu Dharma (PHDI), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Drs. Ida Bagus Agung, M.T mengatakan, upacara Melasti merupakan rangkaian ritual menyambut Hari Raya Nyepi, tahun ini bertepatan dengan tahun baru Saka 1932 Tahun 2010.
Menurut kepercayaan Hindu, Melasti bermakna menghilangkan kotoran segala diri dan jagat raya. Disimbolisasikan dengan labuhan sesaji ke laut serta menyucikan arca, pratima, nyasa, pralingga sebagai wujud atau sthana Ida Sang Hyang Widi Wasa dengan segala manifestasi-Nya.
Prosesi Upacara Melasti diawali dengan mengambil air suci 'Nuur Toya Suci' di sendang Beji. Selanjutnya umat Hindu berkumpul di Pura Jagatnata, Plumbon, Banguntapan, Bantul (sekitar 7 km dari pusat Kota Yogya) untuk memanjatkan doa.
Kemudian rombongan dengan menggunakan kendaraan dan membawa berbagai uba-rampe menuju Pantai Parangkusomo, menempuh jarak sekitar 30 km. "Puncak acara Melasti di Pantai Parangkusumo dilangsungkan dengan berbagai ritual keagamaan serta pembacaan doa yang dipimpin oleh pemuka Agama Hindu. Ritual diakhiri dengan melabuh berbagai sesaji ke laut selatan," katanya.
Selain sebagai upacara keagamaan juga menjadi atraksi wisata yang menarik. Sehingga tak mengherankan upacara tersebut, mendapat sambutan yang cukup antusias dari warga Yogyakarta dan sekitarnya. Bahkan tidak sedikit wisatawan mancanegara yang turut menyaksikan jalannya upacara tersebut.
( Sugiarto / CN13 )