
Solo, CyberNews. Kondisi Langgar Merdeka yang berlokasi di Kampoeng Batik Laweyan, Solo, semakin memprihatinkan. Di saat renovasi sedang berlangsung, menara pada bangunan cagar budaya tersebut disambar petir. Akibatnya, atap menara mengalami kerusakan.
Dari pantauan Suara Merdeka CyberNews di lokasi, Jumat (12/3), keadaan atap menara ditutup terpal. Itu karena, tiga sisi pada bagian menara, yakni barat, selatan dan timur, terlihat menganga. Sebagian atapnya hilang berhamburan ke bawah. Menurut Ketua Yayasan Langgar Merdeka Zulfikar Husain, peristiwa itu terjadi pada Selasa lalu. Tepatnya setelah azan Magrib. "Begitu petugas selesai mengumandangkan azan, terjadi petir yang sangat kencang. Tiba-tiba atap bangunan runtuh," kata Zulfikar kepada Suara Merdeka CyberNews.
Dia menuturkan, pihak yayasan mengaku apes terkait peristiwa itu. Sebab, ketika sulit mencari dana untuk memperbaiki bangunan, justru Langgar Merdeka malah mendapati musibah. Zulfikar memperkirakan, kerugian akibat sambaran petir sekitar Rp 10 juta.
Sebelumnya, pihak yayasan membutuhkan dana Rp 110 juta untuk merenovasi bangunan salah satu cagar budaya di Kota Bengawan ini. Namun, karena terjadi peristiwa tersebut, jumlah dana yang diperlukan membengkak menjadi Rp 120 juta. "Untuk memperbaiki langgar, dananya berasal dari para donatur. Tidak ada bantuan dari pemkot sama sekali. Padahal, bangunan ini merupakan cagar budaya milik pemerintah," ungkapnya.
Menurutnya, sejak didirikan 68 tahun lalu, belum sekalipun bangunan tersebut tersambar petir. "Baru kali ini, karena memang tidak ada penangkal petirnya. Secara pribadi, saya juga heran, kenapa bangunan cagar budaya tidak pernah mendapat perhatian. Terpaksa, nanti kami akan beli penangkal petir dari dana donatur," ungkapnya.
( Arif M Iqbal / CN14 )