
Jakarta, CyberNews. Sekjen Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia Sebastian Salang membantah ditungganggi oleh pihak-pihak tertentu saat melaporkan dan mendesak Ketua DPR RI Marzuki Alie untuk mundur dari jabatannya. Menurutnya, kesalahan Marzuki cukup banyak dan fatal.
“Bukan wilayah LSM untuk mendukung Si A atau Si B untuk mengganti posisi Marzuki, sebab itu kewenangan Partai Demokrat. Kami tidak membawa kepentingan apapun,” katanya dalam diskusi bertema ‘DPR: Antara Gonjang Ganjing dan Beban Politik’ di Gedung DPR RI Senayan Jakarta, Jumat (12/3).
Seperti diketahui, Marzuki Alie dilaporkan oleh LSM ke Badan Kehormatan (BK) DPR. Gabungan LSM tersebut juga mendesak agar Marzuki mengundurkan diri dari jabatannya, karena dianggap sudah tidak profesional dalam memimpin DPR.
Kesembilan LSM yang melapor antara lain adalah Formappi, Indonesia Corruption Watch (ICW), Konsorsium Reformasi Hukum Masional (KRHN), Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM, Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS), dan Solidaritas Pro Demokrasi (SPD).
Menurut Sebastian, pengaduan tersebut belum resmi, melainkan bersifat maklumat terhadap Marzuki. Sebab, pada Senin depan, akan diadukan sejumlah anggota DPR yang lain.
“Kita bukan pemain "bayaran" dan bila dicermati, banyak kesalahan Marzuki sejak pertama kali dia menjabat. Kami pun sejak dulu konsisten mendesak dia mundur. Rapat paripurna beberapa waktu lalu adalah langkah sangat fatal, sehingga kami memutuskan untuk melaporkannya,” ujar dia.
( Saktia Andri Susilo / CN14 )