
Bandung, CyberNews. Tembok pembatas sepanjang sekitar 15 meter setinggi empat meter roboh menewaskan satu pekerja di area pengerjaan bangunan sebuah rumah ibadah di Jalan Aruna Bandung, Kamis (11/3) sekitar pukul 10.30 WIB.
Sebelum kejadian, belasan pekerja tengah beraktivitas menghadap tembok di antaranya mengangkat bekas material agar bagian bawah tembok bisa diplester agar rapih mengikuti bagian lainnya. Susunan batanya disebut-sebut sebagai bangunan lama sehingga pekerja itu sebatas merenovasinya.
Dari jumlah sebanyak itu, tujuh di antaranya menjadi korban. Jajang meninggal dunia setelah telak tertimpa tembok yang ambrol dengan cepat. Rekannya Nandi, Restu, Dani, Baa, Endang, dan Wawan mengalami luka dan dilarikan ke RSHS dan Rajawali.
"Tidak ada tanda-tanda, tapi saya merasakan seperti desir angin kuat, saya langsung saja loncat. Lalu terdengar gemuruh," kata pekerja yang selamat Endang Suherman (34) di lokasi.
Sesaat tembok pemisah dengan bangunan pabrik itu runtuh, evakuasi langsung dilakukan dengan mengerahkan pekerja yang ada, dan polisi yang mendapat laporan. Kondisi bata yang sudah jatuh itu berantakan, petugas juga berupaya memotong besi betonan dengan las.
( Setiady Dwi / CN14 )